ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) mendorong pemetaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkaitan dengan kebutuhan haji dan umrah untuk memperluas akses pelaku usaha Indonesia ke pasar Arab Saudi.
Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Seri V bertema “Telaah Akademik terhadap Kerangka Awal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Indonesia dalam Perspektif Ekonomi Syariah” di Asrama Haji Banten, Rabu (12/8/2026). Pemetaan UMKM menjadi bagian dari penyempurnaan Desain Besar (DB) Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah.
“Kami akan membatasi diri khusus pada UMKM yang berkaitan dengan haji dan umrah. Karena kalau kami terlalu masuk ke dalam UMKM, itu juga bersinggungan dengan pihak lain. Jadi kami fokus pada UMKM yang memang berkaitan dengan haji dan umrah,” ujar Sekretaris Ditjen PE2HU Cecep Khairul Anwar.
Menurut Cecep, pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi dan kesiapan pelaku usaha yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan haji dan umrah, mulai dari tingkat lokal hingga pasar internasional. Langkah tersebut diharapkan membuat pengembangan UMKM lebih terarah sesuai ruang lingkup ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Cecep mendorong penyelenggaraan ekspo untuk memperkuat keterhubungan pelaku usaha Indonesia dengan pasar Arab Saudi. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membuka peluang kemitraan sekaligus memperkenalkan produk dan layanan yang memiliki potensi masuk dalam rantai pasok haji dan umrah.
Pengembangan UMKM tersebut sejalan dengan arah Desain Besar Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, antara lain peningkatan penggunaan produk Indonesia, penguatan ekosistem ekonomi di Arab Saudi, serta pengembangan industri dan UMKM halal yang berkaitan dengan kebutuhan haji dan umrah.
Selain pemetaan pelaku usaha, kerangka pengembangan juga mencakup penguatan kemitraan, standardisasi layanan, dan digitalisasi. Aspek tersebut diperlukan agar produk dan layanan yang dikembangkan memiliki kesiapan serta daya saing untuk terhubung dengan ekosistem haji dan umrah.
