ISLAM LIVE – Pemberangkatan ibadah haji melalui Bandara Dhoho Kediri disiapkan untuk mengurangi kepadatan aktivitas pemberangkatan yang selama ini terpusat di Embarkasi Surabaya pada penyelenggaraan haji Tahun 1448 H/2027 M. Rencana tersebut disampaikan dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Bali.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, mengatakan rencana pemberangkatan melalui Bandara Dhoho Kediri merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kepadatan jemaah selama berada di Asrama Haji Sukolilo. Hal itu disampaikan saat memberikan pemaparan dalam kegiatan Identifikasi dan Pemetaan Permasalahan dalam rangka Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Provinsi Bali di Badung, Jumat (24/7/2026).
“Pemberangkatan dari Embarkasi Surabaya pada tahun 2026 sampai mencapai 5 kloter per hari. Tentu ini berakibat padatnya aktivitas di embarkasi, termasuk terbatasnya penyediaan akomodasi di asrama. Dengan beralihnya aktivitas pemberangkatan ke Dhoho Kediri pada 2027 mendatang, akan mengurai kepadatan jemaah selama di asrama haji Sukolilo,” papar As’adul.
Menurut As’adul, Embarkasi Surabaya pada 2026 melayani pemberangkatan hingga lima kloter per hari. Tingginya aktivitas tersebut berdampak pada kepadatan di embarkasi, termasuk keterbatasan penyediaan akomodasi di asrama.
Rencana pemberangkatan melalui Bandara Dhoho Kediri pada 2027 diharapkan dapat mengurai kepadatan jemaah selama berada di Asrama Haji Sukolilo. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya penyempurnaan penyelenggaraan ibadah haji berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan haji 2026.
Dalam evaluasi tersebut, juga disampaikan dinamika yang dialami jemaah non-Jawa Timur, termasuk jemaah dari Bali dan Nusa Tenggara Timur. Para punggawa haji Bali berharap tersedia ruang yang lebih luas bagi jemaah Bali untuk masuk ke asrama sebelum jadwal keberangkatan sehingga mereka dapat beristirahat lebih leluasa.
Rencana penggunaan Bandara Dhoho Kediri menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk menghadapi penyelenggaraan haji Tahun 1448 H/2027 M. Dengan pengaturan tersebut, kepadatan aktivitas pemberangkatan di Embarkasi Surabaya dan Asrama Haji Sukolilo diharapkan dapat dikurangi.
