ISLAM LIVE – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai industri kreatif berpotensi menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran di kalangan generasi Z (Gen Z) dan milenial. Menurutnya, sektor tersebut tidak hanya didominasi pekerja muda, tetapi juga terus menyerap tenaga kerja baru setiap tahun.
Teuku mengatakan sebanyak 63 persen pekerja atau pegiat ekonomi kreatif berasal dari kalangan Gen Z dan milenial.
“Sebanyak 63 persen pekerja atau pegiat ekonomi kreatif adalah gen Z dan milenial. Ini menunjukkan bahwa industri kreatif menjadi sektor yang paling banyak diminati generasi muda,” kata Teuku dalam Jatim Media Summit 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.
Ia menjelaskan, dalam lima tahun terakhir industri kreatif mampu menyerap sekitar 1 juta hingga 1,5 juta tenaga kerja baru setiap tahun. Saat ini, jumlah tenaga kerja di sektor tersebut mencapai sekitar 27,4 juta orang, dengan mayoritas berasal dari kelompok Gen Z dan milenial.
Menurut Teuku, karakter dunia kerja di industri kreatif menjadi daya tarik bagi generasi muda karena memberi ruang untuk bekerja sesuai minat, lebih fleksibel, dan didukung perkembangan teknologi digital.
Di sisi lain, ia menyoroti tingginya angka pengangguran terbuka di kalangan usia muda. Dari sekitar 7,47 juta pengangguran di Indonesia, sekitar 82,6 persen di antaranya berasal dari kelompok Gen Z dan milenial.
“Kalau keinginan gen Z dan milenial bekerja di industri kreatif begitu besar, sementara 82,6 persen pengangguran juga berasal dari kelompok yang sama, berarti industri kreatif bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran terbuka,” katanya.
Teuku menambahkan pemerintah terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui peningkatan keterampilan, akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital agar semakin banyak generasi muda terserap ke sektor tersebut.
