Ancaman Besar! Laporan Riset PBB Peringatkan Dunia Telah Memasuki Era Kebangkrutan Air

17 views
ILUSTRASI: Laporan riset PBB peringatkan dunia telah memasuki era "kebangkrutan air"

ISLAM LIVE – Air selama ini dianggap sebagai sumber daya yang selalu tersedia. Namun, peringatan terbaru dari hasil penelitian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa anggapan tersebut pelan-pelan mulai menjauh dari kenyataan.

Dalam laporan berjudul Global Water Bankruptcy: Living Beyond Our Hydrological Means in the Post-Crisis Era yang dirilis pada Januari 2026, para peneliti PBB menyatakan bahwa dunia kini memasuki era yang mereka sebut sebagai “kebangkrutan air” (water bankruptcy). Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika kebutuhan manusia terhadap air terus meningkat, sementara kemampuan alam untuk mengisi kembali cadangan air justru semakin menurun.

Artinya, peringatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan air tidak lagi sekadar krisis sementara, melainkan telah menjadi masalah struktural yang mengancam berbagai sektor kehidupan. Ketidakseimbangan antara penggunaan dan ketersediaan air berpotensi memengaruhi ketahanan pangan, pasokan energi, hingga kelestarian lingkungan.

Bayangkan, berdasarkan laporan data bersama dari World Health Organization dan UNICEF, diperkirakan saat ini lebih dari dua miliar orang di dunia masih belum memiliki akses memadai terhadap air bersih. Meski berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dan organisasi kemanusiaan untuk memperluas akses air. Oleh karena itu, berdasarkan dua laporan tersebut diperkirakan tantangan ke depan akan semakin berat seiring karenan tekanan pertumbuhan jumlah penduduk dan dampak perubahan iklim.

Baca Juga:  Jejak Guru Indonesia di Negeri Gajah Putih

Lebih jauh, laporan riset dari PBB tersebut juga menyoroti praktik pengambilan air permukaan dan air tanah secara berlebihan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi ini menyebabkan banyak sistem air alami mengalami tekanan serius dan dalam beberapa kasus telah mencapai titik yang sulit dipulihkan.

Fenomena penyusutan gletser dan degradasi lahan basah menjadi contoh nyata. Menurut laporan itu, kondisi tersebut bukan lagi sekadar tanda adanya tekanan terhadap lingkungan, melainkan indikasi bahwa sebagian ekosistem telah melewati batas kemampuan pemulihannya.

Para peneliti menilai istilah “krisis air” tidak lagi cukup untuk menggambarkan kondisi yang terjadi saat ini. Dunia, menurut mereka, telah bergerak ke fase yang lebih serius, yakni ketika kerusakan pada sistem air alami berlangsung secara terus-menerus dan biaya pemulihannya menjadi sangat besar atau bahkan tidak mungkin dilakukan.

Baca Juga:  Ribuan Muslim Syiah Pakistan Diusir dari UEA, Harta Disita dan Rekening Dibekukan

Dampaknya tidak berhenti pada aspek lingkungan semata. Berkurangnya ketersediaan air dapat memicu kenaikan harga pangan, mengganggu lapangan pekerjaan yang bergantung pada sektor pertanian dan sumber daya alam, serta memperbesar risiko perpindahan penduduk akibat tekanan lingkungan.

Berbagai lembaga internasional juga telah lama mengingatkan bahwa krisis air memiliki dampak yang berbeda-beda di setiap wilayah. Namun satu hal yang pasti, air merupakan fondasi bagi kesehatan masyarakat, pembangunan ekonomi, dan stabilitas sosial.

Karena itu, peringatan dalam laporan Global Water Bankruptcy: Living Beyond Our Hydrological Means in the Post-Crisis Era seharusnya menjadi alarm bagi dunia untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Tanpa langkah yang lebih serius, ancaman kekurangan air bersih tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berkembang menjadi tantangan besar bagi pembangunan dan kesejahteraan manusia di masa depan.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA