Ingin Berkarir Sebagai Guru Islam di Thailand atau Umum? Ini yang Harus Kalian Siapkan!

15 views
Sekolah Thailand, sumber: Istimewa

ISLAM LIVE – Gelombang tenaga pendidik asal Indonesia yang melirik Thailand Selatan sebagai destinasi karir terus meningkat. Wilayah seperti Hat Yai, Songkhla, Pattani, Yala, dan Narathiwat menawarkan daya tarik unik, yaitu kombinasi gaji yang kompetitif, biaya hidup rendah, dan kedekatan budaya Islam yang sangat familiar bagi masyarakat Indonesia.

Kehidupan religius masyarakat muslim di Thailand Selatan juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi para calon guru yang ingin mengabdikan diri dalam dunia pendidikan Islam maupun umum. Namun, menjadi pengajar di sini bukan sekadar soal bisa berbahasa Inggris atau Arab loh!

Bagi Anda yang bermimpi mengenakan seragam guru di bawah naungan kementerian pendidikan Thailand, sekaligus menjadi bagian dari dakwah pendidikan Islam di Negeri Gajah Putih, berikut adalah tips dan trik hasil rangkuman tim redaksi untuk menembus pasar kerja di Thailand Selatan.

Persiapan Dokumen (Gelar dan Kompetensi)

Thailand sangat ketat soal legalitas. Anda tidak bisa mengajar hanya bermodalkan sertifikat kursus. Ijazah S1 menjadi dokumen yang memiliki legalitas tinggi. Pastikan ijazah sarjana (S1) anda telah dilegalisir oleh Kemenkumham, Kemenlu, dan Kedutaan Thailand di Jakarta. Tanpa ini, permohonan Non-B Visa (Visa Kerja) akan ditolak.

Dalam beberapa kasus, ketika ijazah sarjana belum terverifikasi oleh pemerintah Thailand, umumnya sekolah atau lembaga yang menerima anda sebagai guru akan mengurus segala bentuk administrasi yang dibutuhkan.

Dokumen selanjutnya adalah sertifikat kecakapan bahasa. Untuk guru Bahasa Inggris, skor TOEIC minimal 600 adalah standar emas. Namun sertifikat ITP-TOEFL dengan skor 500 ke atas juga bisa sangat dipertimbangkan untuk diterima. Jika Anda mengincar posisi di sekolah Islam (Pondok), sertifikat kemampuan Bahasa Arab, tahsin Al-Qur’an, maupun pengalaman mengajar pendidikan agama Islam akan menjadi nilai tambah yang sangat signifikan.

Baca Juga:  Santri sebagai Suluh Rakyat

Memilih Jalur Rekrutmen yang Tepat

Dalam proses rekrutmen guru, ada dua jalur utama yang bisa ditempuh. Yang pertama adalah melalui Jalur Agensi. Agensi ini legal dan terkoneksi langsung dengan sekolah-sekolah di Thailand. Jalur ini akan terasa lebih mudah bagi pemula yang baru tiba di Thailand karena agensi akan mengurus penempatan dan izin kerja. Namun, biasanya ada potongan gaji sebagai biaya jasa.

Yang kedua adalah Jalur Mandiri. Calon guru bisa menghubungi sekolah secara langsung via email atau grup media sosial seperti Teaching Jobs in Thailand yang cukup aktif di laman Facebook. Jalur ini memungkinkan Anda mendapatkan gaji utuh tanpa potongan, namun Anda harus proaktif mengurus dokumen secara mandiri.

Umumnya jalur mandiri ini ditempuh lewat beberapa tahapan. Pertama mengirimkan berkas, baik melalui email atau langsung datang ke lokasi sekolah. Bila dokumen anda memenuhi kriteria yang telah dipersyaratkan, maka setelah itu adalah tahapan wawancara dan micro-teaching, biasanya di hari yang sama.

Dan tahapan yang terakhir adalah pengumuman kandidat guru yang diterima. Ini tahapan yang paling membuat para pelamar deg-degan. Ketika pelamar diterima di sekolah, biasanya ada masa percobaan (probation) selama tiga bulan. Pihak sekolah akan menilai performa dan kinerja kita melalui kuesioner atau interview kepada siswa yang kita ajar.

Kemampuan Beradaptasi

Di Thailand Selatan, kemampuan beradaptasi lebih dihargai daripada sekadar kecerdasan akademis. Yang paling umum misalnya kuasai dasar bahasa Thai. Meskipun Anda mengajar bahasa asing, mengerti frasa dasar seperti “Sawasdee Khrap/Kha” dan “Khop Khun Khrap/Kha” akan sangat melunakkan hati rekan kerja dan siswa.

Baca Juga:  JPPI Desak Pemerintah Percepat Pengangkatan Guru Honorer dan Pemerataan Distribusi Tenaga Pendidik

Kemudian kita juga harus bisa memahami etika lokal masyarakat Thailand. Jangan pernah menyentuh kepala siswa dan perhatikan cara kita berpakaian. Di wilayah Selatan yang mayoritas muslim, pakaian sopan, tertutup, dan sesuai nilai-nilai Islam merupakan bentuk penghormatan tertinggi terhadap norma lokal yang religius.

Lisensi Mengajar (Khurusapha)

Banyak guru pemula terjebak karena hanya memegang izin kerja tanpa Teaching License dari Khurusapha (Dewan Guru Thailand).

Tips untuk anda adalah segera minta sekolah untuk mengurus Provisional Teaching Permit (Izin Mengajar Sementara) segera setelah Anda tiba. Izin ini berlaku selama dua tahun dan merupakan syarat mutlak agar Anda tidak dianggap sebagai pekerja ilegal.

Strategi Finansial dan Lama Karier

Dengan rata-rata gaji 18.000 – 25.000 Baht, Anda bisa hidup sangat nyaman jika tahu triknya. Pertama, cari sekolah yang menyediakan mess atau dormitory untuk guru. Banyak sekolah di wilayah Selatan menyediakan rumah dinas gratis bagi guru asing.

Ini bisa menghemat pengeluaran Anda hingga 5.000 – 7.000 Baht per bulan. Kedua, manfaatkan kuliner lokal dengan makan di kantin sekolah atau pasar malam akan jauh lebih hemat dibandingkan makan di mall atau cafe turis.

Karir di Thailand Selatan adalah marathon, bukan sprint. Tahun pertama mungkin akan terasa menantang secara budaya, namun memasuki tahun kedua, jaringan (networking) Anda akan meluas, dan peluang untuk naik ke sekolah internasional maupun lembaga pendidikan Islam dengan gaji lebih tinggi akan terbuka lebar.

Selain menjadi peluang karir, profesi guru di Thailand Selatan juga bisa menjadi jalan dakwah dan pengabdian dalam membangun generasi muslim yang berilmu dan berakhlak.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA