ISLAM LIVE – Sebanyak 368 Aparatur Sipil Negara (ASN) dinyatakan lulus seleksi mutasi ASN Karier Batch II dan akan bergabung dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mulai 1 November 2026.
Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan seleksi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pegawai sekaligus memastikan kesesuaian kompetensi ASN dengan kebutuhan jabatan dan organisasi.
“Seleksi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pegawai di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah dengan memastikan adanya kesesuaian antara kompetensi ASN dengan kebutuhan jabatan dan organisasi. Karena itu, seluruh tahapan dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, dan berbasis merit,” ujar Teguh di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Seleksi ASN Karier Batch II dilakukan melalui platform ASN Karier Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dari 5.202 pelamar, sebanyak 1.149 peserta memenuhi persyaratan administratif dan mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Salah satu tahapan tersebut adalah Computer Assisted Competency Test (CACT) yang digelar pada 16–20 September 2026 dan 28 September 2026 di Kantor Regional BKN serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN di berbagai wilayah Indonesia. Pelaksanaan di sejumlah lokasi tersebut ditujukan untuk memudahkan akses peserta.
CACT digunakan untuk mengukur potensi dan kompetensi ASN, antara lain aspek manajerial dan sosial kultural. Kompetensi yang dinilai mencakup integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, pengelolaan perubahan, pengambilan keputusan, serta perekat bangsa.
Teguh menjelaskan, kelulusan ditentukan berdasarkan nilai Job Person Match (JPM) minimal 78 persen, formasi pada unit kerja yang dilamar, serta peringkat berdasarkan nilai JPM pada unit kerja tersebut. Berdasarkan kriteria itu, 368 pegawai dinyatakan lulus mutasi ke Kemenhaj.
Para pegawai yang lulus akan menjalani proses mutasi dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 November 2026. Untuk mendukung proses adaptasi dan integrasi, mereka direncanakan mengikuti Entry Program yang mencakup pengenalan visi, misi, budaya kerja, serta proses bisnis Kemenhaj.
