ISLAM LIVE – Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperkuat kapasitas Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara PPG melalui program pendampingan revitalisasi yang berlangsung pada 27–28 Juli 2026. Kegiatan tersebut melibatkan 172 LPTK di seluruh Indonesia dengan tujuan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan profesi guru.
Pendampingan tidak hanya menyasar pengelola program studi, tetapi juga melibatkan pimpinan unit pengelola program studi, dosen, guru pamong, koordinator bidang studi, serta tim penjaminan mutu agar peningkatan kualitas berlangsung secara menyeluruh.
“Penguatan mutu tidak hanya terfokus pada aspek penyelenggaraan program, tetapi juga pada proses pembelajaran dan kapasitas sumber daya manusia di LPTK,” kata Dr. Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Ed., Direktur Pendidikan Profesi Guru, pada kegiatan Pendampingan LPTK Penyelenggara PPG, Senin (27/7/2026).
Dalam pendampingan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai penguatan pembelajaran mikro (micro teaching dan micro counseling), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), peningkatan kualitas dosen, produktivitas publikasi ilmiah, karya inovatif, hingga implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Program revitalisasi juga diarahkan untuk memperluas akses penyelenggaraan PPG di seluruh provinsi serta memastikan bidang studi yang tersedia sesuai dengan kebutuhan guru di setiap daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan guru berdasarkan Analisis Kebutuhan Guru (ABK) secara lebih efektif.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan seluruh LPTK penyelenggara, Direktorat PPG berharap revitalisasi ini menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem pendidikan profesi guru yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan, serta berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.
