Pramono Anung Kenang Doa Kelas 4 SD: Lihat Monas, Kini Jadi Gubernur di Kawasannya

3 views
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menghadiri Penandatanganan dan Penyerahan Berita Acara Serah Terima Pemenuhan Kewajiban Fasos/Fasum Semester I Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026). ( Foto: Nauval Pratama/kumparan )

ISLAM LIVE – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenang doa sederhananya saat pertama kali ke Jakarta di kelas 4 SD yang hanya berharap bisa melihat Monumen Nasional kembali, dan kini ia berkantor di kawasan Monas sebagai gubernur, membuktikan bahwa mimpi dan harapan harus terus ditanamkan sejak dini.

Pramono membagikan kisah inspiratif itu saat membuka Workshop Nasional Creativity Day for Teachers (CDFT) 2026 di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026), di hadapan 500 guru PAUD dan TK.

“Saya punya pengalaman pertama kali ke Jakarta kelas 4 SD lihat Monas. Waktu itu doa saya, ‘Ya Allah mudah-mudahan saya bisa lihat Monas kembali’,” kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga:  Benyamin Davnie: Rp4 Miliar untuk 72 PAUD, Investasi Bukan Biaya!

Doa sederhana itu akhirnya terkabul. Ia berkantor di kawasan Monas saat menjadi Sekretaris Presiden Megawati Soekarnoputri, Menteri Sekretaris Kabinet pada era Presiden Joko Widodo, hingga kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Sehingga membangun mimpi, membangun harapan itu adalah salah satu yang perlu kita lakukan terutama bagi keluarga yang kurang mampu,” ujarnya.

Sebagai anak seorang guru dari tujuh bersaudara, Pramono hanya bisa kuliah di ITB berkat beasiswa. Pengalaman itu membentuk keyakinannya bahwa pendidikan adalah kunci memutus rantai ketimpangan.

“Maka berdasarkan pengalaman itulah yang mendidik saya bahwa kalau bangsa ini mau maju, maka pendidikan menjadi kata kunci utama,” katanya.

Pramono berharap para guru PAUD mampu menumbuhkan harapan dan mimpi anak-anak sejak usia dini, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, karena investasi pendidikan adalah yang paling utama untuk mengubah nasib.

Baca Juga:  Museum Islam Indonesia Jadi Ruang Belajar Sejarah Islam Nusantara

“Sebagai anak guru, tentunya saya sangat berharap bahwa acara-acara seperti ini bisa membuat dan membangkitkan harapan anak-anak terutama dari keluarga yang tidak mampu,” pungkasnya.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA