ISLAM LIVE – Menitipkan anak ke sebuah pesantren adalah bentuk harapan agar mereka mendapatkan pendidikan sekaligus pembentukan karakter yang diharapkan. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan yang aman agar santri tidak merasa khawatir menjadi tanggung jawab utama bagi pihak yang mengelola lingkungan pesantren.
Pesan itu disampaikan Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, saat mempromosikan buku yang telah disosialisasikan di Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin, Senin, 5 Oktober 2026.
“Ini langkah maju. Kita berharap hal seperti ini bisa dirasakan di semua tempat. Karena, buku bedah ini berkaitan dengan kepentingan yang sangat strategis bagi para santri,” kata Haerul Warisin, Bupati Lombok Timur, di Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin, Senin (5/10/2026).
Buku yang dibedah berjudul “Pandu Thohir Yasin Menolak Kekerasan di Pesantren”. Menurut Haerul, lembaga pendidikan yang menjadi bagian dari penerapan metode pembelajaran, khususnya dalam aspek pembentukan generasi melalui pendidikan akhlak dan moral, tidak layak bahkan terjadi fenomena kekerasan seksual dan kekerasan fisik.
Oleh karena itu, ia menilai upaya pencegahan kekerasan di pesantren harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pihak pesantren semata. Kesadaran kolektif diperlukan agar pesantren tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri dalam menuntut ilmu.
Haerul menegaskan, langkah tersebut perlu didukung regulasi yang jelas. Ia berencana membahasnya bersama DPRD untuk merumuskan aturan yang dapat mendukung penerapan isi buku tersebut.
“Nanti kita akan berdiskusi sama DPRD. Mungkin kita akan membuat semacam perda atau nanti kita berdiskusi dengan pihak hukum. Regulasi apa yang harus kita lakukan untuk mendukung apa yang menjadi isi bedah buku ini,” ujarnya.
Menurut Haerul, regulasi itu nantinya diharapkan menjadi payung hukum yang memperkuat upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren. Dengan dasar hukum yang jelas, perlindungan terhadap santri dapat dijalankan lebih terarah dan tidak bergantung pada kesadaran individu semata.
Ia pun berharap langkah yang dimulai dari Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin ini dapat menjadi contoh dan merasakan manfaatnya di tempat lain. Sebab, isu yang diangkat berkaitan langsung dengan strategi kepentingan para santri sebagai generasi penerus yang sedang menempuh pendidikan dan pembentukan karakter.
