ISLAM LIVE – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengingatkan agar konflik di Timur Tengah tidak berkembang menjadi pertentangan antarmazhab di tengah umat Islam Indonesia. Menurutnya, persoalan tersebut perlu dipahami dalam konteks politik dan perebutan kekuasaan, bukan sebagai pertentangan ajaran agama yang dapat memicu permusuhan di antara sesama umat Islam.
“Jangan sampai konflik politik di Timur Tengah berubah menjadi permusuhan antarumat Islam. Perbedaan mazhab tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci, apalagi memecah belah persaudaraan,” katanya, Senin (19/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan Gus Kikin di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman dan Kerajaan Arab Saudi. PBNU mengecam serangan terhadap warga sipil dan fasilitas sipil dalam konflik tersebut. PBNU menegaskan konflik yang dilatarbelakangi persoalan politik dan kekuasaan tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat sipil.
Gus Kikin mengatakan, keselamatan jiwa manusia merupakan salah satu prinsip utama dalam ajaran Islam yang harus dijunjung tinggi dalam situasi apa pun, termasuk ketika konflik bersenjata terjadi. “Islam menempatkan keselamatan jiwa manusia sebagai nilai yang sangat luhur. Menjaga jiwa atau hifzh an-nafs merupakan salah satu tujuan utama syariat. Karena itu, tidak ada kepentingan politik atau kekuasaan yang boleh mengabaikan keselamatan warga sipil,” ujarnya.
Atas nama PBNU, Gus Kikin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, Pemerintah dan rakyat Arab Saudi, serta masyarakat dari berbagai negara yang terdampak serangan terhadap fasilitas sipil. Ia berharap keselamatan warga sipil menjadi perhatian utama seluruh pihak yang terlibat maupun memiliki pengaruh dalam konflik tersebut.
PBNU juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan Makkah dan Madinah sebagai dua kota suci umat Islam. Menurut Gus Kikin, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah harus menjadi perhatian bersama, terutama untuk memastikan keselamatan jemaah haji dan umrah dari berbagai negara, termasuk Indonesia. “Tanah Suci harus dijauhkan dari segala bentuk ancaman kekerasan. Keselamatan para jemaah harus menjadi perhatian bersama. Haramain adalah amanah suci yang wajib dijaga oleh seluruh umat Islam,” katanya.
Selain itu, Gus Kikin menyampaikan keprihatinan atas penderitaan masyarakat Yaman akibat konflik berkepanjangan. Ia menilai warga sipil dan pengungsi tidak seharusnya terus menanggung dampak dari pertikaian yang belum menemukan penyelesaian. Karena itu, PBNU mendesak agar akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak dibuka seluas-luasnya tanpa hambatan.
Menurut Gus Kikin, aksi kekerasan yang terus berbalas hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat, memperluas kehancuran, serta menghambat upaya mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Ia meminta seluruh pihak tidak menjadikan perang sebagai jalan utama untuk menyelesaikan perbedaan kepentingan. “Perang tidak boleh menjadi jalan untuk menyelesaikan setiap perbedaan. Semua pihak harus menahan diri, menghentikan serangan, menghormati hukum humaniter internasional, dan kembali ke meja perundingan,” ujarnya.
Untuk mendorong penyelesaian konflik, PBNU meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta negara-negara di kawasan mengambil langkah konkret guna meredakan ketegangan. Upaya diplomasi dinilai perlu diperkuat agar konflik tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih besar. PBNU juga mendukung Pemerintah Indonesia untuk terus berperan aktif dalam diplomasi internasional.
Gus Kikin juga mengajak warga NU mendoakan keselamatan Makkah dan Madinah, para jemaah haji dan umrah, serta masyarakat di kawasan Timur Tengah yang terdampak konflik. Doa dan solidaritas kemanusiaan, kata dia, perlu terus disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi ancaman kekerasan dan ketidakpastian. Ia menegaskan, kepentingan kemanusiaan dan persaudaraan harus ditempatkan di atas perbedaan maupun kepentingan politik. “Di atas kepentingan politik ada nilai kemanusiaan. Di atas segala perbedaan ada persaudaraan. Dan di tengah berkecamuknya perang, tugas kita adalah terus menjaga harapan bagi lahirnya perdamaian,” pungkas Gus Kikin.
