Pahami Mandi Wajib dengan Benar, Jangan Asal Basah!

1 views
Ilustrasi mandi wajib dengan sabun dan sampo

ISLAM LIVE – Mandi wajib atau mandi junub merupakan cara menghilangkan hadas besar sebelum menjalankan ibadah tertentu. Dalam praktiknya, ada tahapan yang bisa diikuti agar mandi wajib terlaksana dengan benar.

Hal utama yang perlu diperhatikan dalam mandi wajib adalah niat dan meratakan air ke seluruh tubuh. Salah satu lafaz niat yang umum digunakan adalah:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta’ala.”

Rasulullah SAW memberikan contoh cara mandi janabah. Dalam hadis dari Aisyah RA disebutkan bahwa ketika mandi karena janabah, Rasulullah SAW membasuh kedua tangan, kemudian berwudu seperti wudu untuk salat, menyela-nyela rambut hingga air sampai ke kulit kepala, lalu menyiram kepala dan seluruh tubuh.

حَدَّثَتْنَا عَائِشَةُ، أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي الْمَاءِ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ، ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Baca Juga:  FOZ: Masa Depan Zakat Nasional Bergantung pada Profesionalisme Amil

Latin: ‘An ‘A’isata qalat: kanan-nabiyyu sallallahu ‘alaihi wa sallama idzaghtasala minal-janabati bada’a fa ghasala yadaihi, tsumma yatawadda’u kama yatawadda’u lis-salati, tsumma yudkhilu asabi’ahu fil-ma’i fa yukhallilu biha usula sya’rihi, tsumma yasubbu ‘ala ra’sihi tsalatsa ghurafin biyadaihi, tsumma yufidul-ma’a ‘ala jildihi kullihi.

Artinya: “Dari Aisyah, ia berkata: Nabi SAW apabila mandi karena janabah, beliau memulainya dengan membasuh kedua tangannya, kemudian berwudu sebagaimana wudu untuk salat. Setelah itu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air lalu menyela-nyela pangkal rambutnya. Kemudian beliau menuangkan air ke kepalanya sebanyak tiga cidukan dengan kedua tangannya, lalu mengalirkan air ke seluruh kulit tubuhnya.” (HR Bukhari)

Supaya lebih mudah dipraktikkan, urutan mandi wajib dapat dimulai dengan berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar karena Allah SWT. Setelah itu, basuh kedua tangan sebelum melanjutkan tahapan berikutnya.

Langkah selanjutnya adalah membersihkan bagian tubuh yang terkena kotoran atau najis, termasuk area kemaluan. Kalau masih ada sisa mani atau kotoran yang menempel, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu sebelum proses mandi wajib dilanjutkan.

Baca Juga:  Muhaimin Iskandar: Sarjana Lulusan Pesantren Harus Berperan di Tengah Masyarakat

Setelah itu, seseorang dapat berwudu seperti wudu untuk salat. Kemudian, masukkan jari-jari ke sela rambut agar air bisa sampai ke pangkal rambut dan kulit kepala. Langkah ini penting terutama bagi orang yang memiliki rambut tebal.

Siram kepala dan pastikan air benar-benar mengenai kulit kepala serta seluruh rambut. Setelah itu, alirkan air ke seluruh tubuh, mulai dari bagian kanan lalu dilanjutkan ke bagian kiri sebagaimana tata cara yang dicontohkan dalam hadis.

Terakhir, pastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat. Perhatikan bagian tubuh yang memiliki lipatan atau sulit terkena air. Jangan sampai ada bagian tubuh yang wajib terkena air tetapi masih kering.

Terkait penggunaan sabun dan sampo, tidak ada larangan untuk memakainya. Namun, menurut KH. Bahaudin Nursalim (Gus Baha), sabun dan sampo berpotensi mengubah sifat air. Karena itu, sebagai bentuk kehati-hatian, ada baiknya mendahulukan mandi wajib dengan air bersih, baru kemudian membersihkan tubuh dengan sabun dan sampo.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA