Merasa Sehat di Tanah Suci? SFDA Ingatkan Jemaah Tetap Minum Obat

8 views
Jemaah umrah kronis diimbau SFDA tidak hentikan obat mendadak karena risiko efek putus obat & komplikasi, wajib konsultasi dokter demi keselamatan di Tanah Suci

ISLAM LIVE – Otoritas Pengawas Obat dan Makanan Arab Saudi (Saudi Food and Drug Authority/SFDA) mengingatkan jemaah umrah, khususnya yang memiliki penyakit kronis, agar tidak menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba meskipun merasa kondisi kesehatannya membaik selama berada di Tanah Suci. Imbauan tersebut disampaikan melalui informasi resmi SFDA yang dikutip pada Kamis (30/7/2026).

Peringatan itu ditujukan kepada pasien yang menjalani terapi rutin, seperti penderita diabetes, hipertensi, penyakit jantung, epilepsi, maupun penyakit kronis lainnya. Menurut SFDA, penghentian obat tanpa pertimbangan medis dapat memicu efek putus obat (withdrawal) yang berisiko mengganggu kondisi kesehatan.

SFDA menjelaskan tubuh akan beradaptasi dengan obat yang dikonsumsi secara rutin. Ketika terapi dihentikan secara mendadak, keseimbangan tubuh dapat terganggu dan memunculkan berbagai keluhan, sehingga pasien dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum menghentikan pengobatan.

Baca Juga:  Kemenhaj Ajukan Uang Muka Haji 2027 demi Amankan Tenda Jemaah di Arafah dan Mina

Pada sejumlah jenis obat, penghentian terapi perlu dilakukan secara bertahap melalui penyesuaian dosis agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi sekaligus mengurangi risiko munculnya efek putus obat.

SFDA juga mengingatkan bahwa beberapa kelompok obat memiliki risiko lebih tinggi menimbulkan gejala withdrawal apabila dihentikan secara mendadak. Di antaranya antidepresan, obat antikejang, obat penenang dan obat tidur, beberapa jenis obat pereda nyeri, beta blocker, obat yang mengandung kortikosteroid, serta obat antipsikotik.

Selain itu, gejala yang dapat muncul akibat penghentian obat secara tiba-tiba antara lain sakit kepala, pusing, kehilangan keseimbangan, kecemasan, mudah marah, kelelahan, gangguan tidur, tremor, hingga perubahan nafsu makan. Apabila mengalami keluhan tersebut, pasien dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

Baca Juga:  Kemenhaj Siapkan Pemantauan Kesehatan Jemaah Setahun Sebelum Haji

SFDA menegaskan kepatuhan terhadap terapi merupakan bagian penting dalam menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah umrah. Selain membawa persediaan obat yang cukup, jemaah juga disarankan membawa salinan resep, mematuhi jadwal minum obat, serta tidak mengubah dosis maupun menghentikan terapi tanpa arahan tenaga kesehatan.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA