ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan sikap zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran, terutama korupsi, kepada enam pejabat yang baru dilantik di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah. Penegasan tersebut disampaikan dalam pelantikan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan tiga Pejabat Pengawas di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Pelantikan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta. Enam pejabat yang dilantik terdiri atas Mahmudi sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Jawa Timur, M. Zaber Wahid sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Maluku Utara, Wahyudin Ukoli sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Sulawesi Utara, serta Mohammad Ali Sadikin, Chairobby, dan Ahmad Rifai sebagai pejabat pengawas di lingkungan Kemenhaj.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran, terutama korupsi. Bekerjalah secara profesional, transparan, dan penuh integritas,” pesan Gus Irfan.
Gus Irfan mengatakan jabatan yang diberikan kepada para pejabat bukanlah penghargaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Amanah tersebut, menurutnya, harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, negara, dan masyarakat.
Penegasan mengenai integritas tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Kemenhaj sebagai kementerian baru menerapkan zero tolerance terhadap berbagai bentuk pelanggaran, khususnya korupsi.
Gus Irfan meminta para pejabat menjadikan integritas sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan kewenangan mereka. Profesionalisme dan transparansi diperlukan agar tata kelola Kemenhaj dapat berjalan secara bersih dan akuntabel.
Dengan penegasan tersebut, Gus Irfan berharap seluruh pejabat Kemenhaj menjalankan amanah secara bertanggung jawab serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang profesional, transparan, dan berintegritas.
