ISLAM LIVE – Krisis pangan Yaman semakin memburuk di tengah konflik berkepanjangan, dengan lebih dari 18 juta orang menghadapi kerawanan pangan akut dan 2,2 juta anak balita mengalami malnutrisi akut.
Dalam laporan kepada Dewan Keamanan PBB di New York pada 9/10/2026, Mohamed Yahya, Pejabat Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, memperingatkan, “krisis kemanusiaan Yaman telah memburuk secara tajam dan ketidakbertindakan lebih lanjut akan memakan korban jiwa”.
Program Pangan Dunia (WFP) menyebut eskalasi konflik telah memaksa lebih dari 149.000 orang meninggalkan rumah, mengganggu pasar, dan membatasi akses bantuan. Kerentanan semakin besar karena sekitar 90 persen kebutuhan pangan Yaman dipenuhi melalui impor.
Sementara itu, lebih dari 7.800 kasus suspek kolera dan 22.000 kasus suspek campak dilaporkan sepanjang 2026. Kondisi pengungsian yang padat, air tidak aman, dan sanitasi buruk meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
PBB dan mitranya telah memberikan bantuan darurat kepada lebih dari 131.000 orang terdampak sejak awal Agustus. Namun, pendanaan respons kemanusiaan Yaman 2026 baru mencapai sekitar 12 persen dari target US$2,16 miliar hingga awal Oktober, menurut data dalam laporan tersebut.
