Kenapa Ada Sebagian Muslim Sulit Menghafal Al-Qur’an?

6 views
Ustaz Adi Hidayat

ISLAM LIVE – Dalam Islam, seorang muslim sangat dianjurkan untuk bisa membaca dan menghafal ayat-ayat suci Al-qur’an dengan fasih sesuai dengan tata cara membaca yang benar. Banyak Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA) yang mengajarkan khususnya kepada anak-anak di usia yang sangat belia, untuk belajar dan menghafal Al-qur’an dengan baik.

Namun tidak sedikit masyarakat muslim di usia dewasa, merasa ingin untuk kembali belajar dan serta memperbanyak jumlah hafalan surat dan ayat suci Al-qur’an. Masalahnya, fokus orang dewasa umumnya tidak lebih kuat dibanding anak-anak usia belia.
Dalam salah satu video monolog Ustadz Adi Hidayat (UAH) yang diposting oleh kanal YouTube @AdiHidayatOfficial, ada pembahasan menarik mengapa seorang muslim mengalami kesulitan dalam menghafal Al-qur’an.
Pada menit ke 3:46 dalam videonya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan:
ada lupa yang sifatnya anugerah, tadi saya sampaikan ya, untuk meringankan beban kehidupan atau yang kedua, menambah nilai pahala dalam konteks ibadah tertentu. Contohnya apa? Al-qur’an. Jadi ada kondisi tertentu yang orang ini meninggalkan maksiat, dia tahajud, dia puasa, tapi ketika menghafal Qur’an, pokoknya susah gitu…
Menurut Ustadz Adi Hidayat, kondisi seorang muslim yang baik dan taat namun mengalami kesulitan dalam menghafal Al-qur’an, bukanlah sesuatu yang buruk, malah menurutnya, ada hikmah yang bisa kita ambil sebagai seorang muslim.
Ustadz Adi Hidayat menyampaikan bahwa mereka yang sulit menghafal Al-qur’an diberi keberkahan untuk bisa membacakan huruf-huruf dalam semua ayat yang mereka ulang-ulang ketika menghafal, huruf-huruf itu jumlahnya menjadi lebih banyak karena diulang secara terus menerus hingga muslim itu hafal ayat atau surat tersebut.
Adapun bagi seorang muslim yang membaca Al-qur’an, pahalanya dihitung tiap huruf yang dibacakan. Makannya, untuk sebagian kalian yang merasa sulit menghafal Al-qur’an, tidak boleh putus asa karena mungkin saja Allah Swt sedang memperbanyak jumlah pahala yang ingin ditambahkan untuk kita sebagai umatnya.
Pada menit ke 4:41, Ustadz Adi Hidayat juga mengatakan:
“..bukan berapa banyak hafalan yang dikumpulkan, bukan berapa juz yang telah dihafalkan, tapi berapa banyak ikhtiar kita untuk menghadirkan Qur’an itu dalam jiwa kita, berdasarkan kemampuan usaha kita. Jadi yang dilihat oleh Allah, yang dinilai itu adalah isiannya, bukan berapa juz yang telah dihafal. Betapa adilnya Allah memberikan manusia sebagai ukuran pemberian pahala kepadanya..
Maka kita sebagai muslim, harus tetap konsisten belajar demi terjadinya perbaikan-perbaikan kecil yang nantinya akan terakumulasi dan berdampak secara signifikan kepada hidup kita.
Yuk tetap semangat juga konsisten membaca dan menghafal Al-qur’an ya!
Baca Juga:  Kita Tidak Lagi Dibohongi, Kita Sudah Terbiasa Hidup Bersamanya
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA