Kemenag: Jumlah Santri Indonesia Capai 4,6 Juta, Bukan 1,7 Juta

12 views
Direktur Jenderal Pendidikan Pesantren Kemenag, Basnang Said

ISLAM LIVE – Data santri nasional mengalami penambahan yang tidak bisa diprediksi. Kementerian Agama RI mencatat 4.634.406 santri telah terverifikasi secara by name by address, membantah anggapan bahwa jumlah santri nasional hanya 1,7 juta. Selisihnya mencapai hampir 3 juta jiwa, atau bertambah sekitar 2,9 juta dari angka yang banyak diberitakan.

“Data yang sedang kita bangun adalah data BNBA. Jadi, prosesnya memang membutuhkan waktu karena setiap data santri harus diverifikasi berdasarkan identitas, alamat, dan status keaktifannya. Karena proses ini masih berjalan, angka yang ada saat ini belum dapat dibaca sebagai angka final jumlah santri nasional,” kata Basnang Said, Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, dilansir dari laman Kemenag, Minggu (4/10/2026).

Penyebab utama lonjakan itu adalah perubahan sistem pendataan. Kemenag beralih dari pendataan berbasis angka agregat menuju data individu yang dapat diverifikasi berdasarkan identitas, alamat, dan status keaktifan santri.

Baca Juga:  Tekan Angka Kematian Ibu, Ketua PBNU Dorong Pendidikan Reproduksi di Lingkungan Pesantren

Basnang menegaskan perubahan statistik tidak boleh langsung dimaknai sebagai penurunan jumlah santri. Verifikasi dan pemutakhiran data bertahap dilakukan untuk memastikan setiap santri serta lembaga pesantren tercatat secara akurat, faktual, dan bebas dari duplikasi data.

“Jadi, kalau ada perubahan angka, jangan langsung dimaknai sebagai berkurangnya jumlah santri. Kita sedang mengubah cara pendataan dari sekadar angka agregat menjadi data individu yang benar-benar terverifikasi. Ini proses pembenahan data, bukan gambaran bahwa santri di Indonesia tiba-tiba berkurang secara tajam,” tegasnya.

Berdasarkan cut-off Pusat Data dan Informasi Kemenag, sebanyak 4.634.406 santri telah terhimpun dan terverifikasi. Data itu masih akan bertambah seiring proses verifikasi dan konsolidasi di lapangan.

Jumlah peserta didik yang terdata mencakup santri di satuan pendidikan pesantren, di luar Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an. Kemenag juga sedang membersihkan potensi duplikasi sekaligus mengubah basis pendataan menjadi data individu yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Muhammadiyah dan Qatar Jajaki Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Kesehatan

Kemenag mengonsolidasikan data pesantren dan madrasah, memfasilitasi NPSN bagi pesantren salafiyah dan satuan pendidikan nonformal, serta mematangkan sinkronisasi dengan Dapodik Kemendikdasmen. Pemutakhiran BNBA dinilai strategis karena menjadi dasar penyaluran Program Indonesia Pintar, Beasiswa Santri, serta bantuan bagi pesantren dan pendidik.

Kemenag juga tengah melakukan alih data santri dan pesantren dari EMIS yang dikembangkan Ditjen Pendidikan Islam ke SIMTREN yang dikembangkan Ditjen Pesantren. “Dengan demikian, angka 4,634 juta santri yang saat ini telah terverifikasi perlu dipahami sebagai data santri yang sudah berhasil diverifikasi dalam proses pendataan BNBA yang masih berjalan, bukan sebagai angka final jumlah seluruh santri Indonesia,” tegas Basnang.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA