ISLAM LIVE – Krisis kabut asap di Indonesia kembali menyoroti pentingnya penanganan kesehatan sekaligus pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Hingga 12/10/2026, Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak, termasuk 62.400 kasus pada anak usia 0–5 tahun.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk mengurangi paparan asap, terutama dengan tetap berada di rumah jika memungkinkan. “Kementerian Kesehatan tidak bisa menghentikan asapnya,” kata Budi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Ia juga menganjurkan penggunaan masker N95, pelindung mata, serta pemeriksaan ke puskesmas apabila mengalami gangguan kesehatan. Budi menyatakan pasokan obat-obatan telah disiapkan di seluruh puskesmas di daerah bencana untuk menangani penyakit akibat asap.
Sementara itu, data pemantauan kualitas udara menunjukkan 13 daerah berada pada kategori berbahaya, 11 daerah sangat tidak sehat, dan 13 daerah tidak sehat dari 37 stasiun pemantau indeks standar pencemar udara (ISPU).
Imbauan perlindungan kesehatan menjadi penting di tengah paparan asap yang berulang. Namun, upaya mengurangi dampak kesehatan juga perlu berjalan beriringan dengan pencegahan kebakaran dan penanganan sumber asap oleh instansi terkait.
