ISLAM LIVE – Pemerintah memperkuat iklim investasi Indonesia-(AS) Amerika Serikat melalui kebijakan ekonomi yang diarahkan pada pertumbuhan, investasi bernilai tambah, dan penciptaan lapangan kerja. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu dalam 14th Annual US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Airlangga menyebut investasi Indonesia meningkat 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ia juga menyampaikan inflasi 3,28 persen, tingkat kemiskinan 8,7 persen, dan pengangguran terbuka sekitar 4,65 persen.
Dalam hubungan perdagangan, ekspor Indonesia ke AS meningkat dari USD25,83 miliar pada 2021 menjadi USD31,01 miliar pada 2025. Pada Semester I-2026, ekspor mencapai USD15,85 miliar dengan surplus perdagangan USD8,56 miliar. Investasi langsung AS mencapai USD1,72 miliar pada periode yang sama.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen pada 2027 dengan memperkuat sektor bernilai tambah tinggi, kapasitas ekspor dan investasi, serta digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan.
Airlangga juga mendorong kerja sama bisnis kedua negara untuk mengubah peluang tersebut menjadi investasi konkret.
Penguatan iklim investasi Indonesia-AS menjadi bagian dari upaya mempererat kemitraan ekonomi dan mendorong pertumbuhan bersama.
