Dubes AS di PBB: Trump Beri Ruang bagi Jalur Perundingan dengan Iran

2 views
Komando Pusat AS menyatakan, pada 25 Juli 2026, bahwa gambar ini menunjukkan operasi penegakan blokade angkatan laut AS terhadap Iran.

ISLAM LIVE – Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz menyatakan Presiden Donald Trump masih membuka peluang bagi jalur diplomasi dengan Iran di tengah jeda serangan yang telah berlangsung selama dua hari berturut-turut.

Pernyataan tersebut disampaikan Waltz saat wawancara dengan Fox News pada 26/07/26, menyusul tidak adanya serangan baru dari Amerika Serikat maupun Iran setelah hampir dua pekan kedua pihak saling melancarkan serangan setiap malam. Situasi ini memunculkan harapan akan kembalinya proses diplomasi.

“Presiden Donald Trump sedang memberikan ruang bagi peluang perundingan,” kata Waltz, seperti dikutip Aljazeera pada 26/7.

Menurutnya, Washington sengaja memberi ruang bagi upaya perundingan untuk meredakan konflik. Laporan CBS, mengutip dua sumber regional, menyebut keputusan Amerika Serikat menghentikan sementara serangan diambil setelah delegasi Oman tiba di Teheran. Oman selama ini dikenal sebagai salah satu mediator dalam berbagai perundingan antara Washington dan Teheran.

Baca Juga:  Khamenei: Pelanggaran MoU Buktikan Tanda Tangan Trump Tak Bernilai

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan sejumlah mediator, termasuk Qatar dan Pakistan, masih bertukar pesan antara Iran dan Amerika Serikat. Namun, ia menegaskan Iran tetap berhati-hati karena pengalaman diplomasi sebelumnya dinilai tidak membuahkan hasil.

Sementara itu, militer Iran menyatakan telah menghentikan operasi balasan di kawasan Teluk. Meski demikian, Teheran tetap memperingatkan bahwa konflik dapat kembali meluas apabila Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap wilayah Iran.

Jeda serangan juga terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap Presiden Trump untuk segera menemukan jalan keluar dari konflik. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Trump di Washington pada Selasa mendatang, sementara berbagai upaya diplomasi terus berlangsung guna mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:  Peneliti Internasional: Khamenei Jauh Lebih Kuat Secara Simbolis dalam Kematian
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA