ISLAM LIVE – Oxford Centre for Islamic Studies menerima dua buku karya Abdul Mu’ti sebagai koleksi perpustakaan. Salah satunya, Kristen Muhammadiyah, mendapat perhatian khusus Direktur OCIS Farhan Nizami yang menyoroti kata pengantar buku tersebut.
“Kami bersyukur pemikiran salah satu tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah kini dapat diakses oleh para akademisi dan peneliti di salah satu pusat kajian Islam terkemuka di Eropa. Tentu ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan khazanah keilmuan Islam berkemajuan secara lebih luas di dunia internasional,” kata Ince Dian Aprilyani Azir, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Britania Raya dan Irlandia, pada Jumat (25/9/2026).
Kata pengantar buku Kristen Muhammadiyah ditulis almarhum Azyumardi Azra. Ia merupakan akademisi terkemuka dari Indonesia yang pernah menjalani fellow di OCIS pada 1994 hingga 1995 dan tercatat sebagai anggota dewan penyunting Journal of Islamic Studies.
Buku Kristen Muhammadiyah ditulis Abdul Mu’ti bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq. Buku itu merupakan hasil penelitian mengenai keberadaan siswa dan mahasiswa Kristen dan Katolik di lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Penelitian tersebut terutama dilakukan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar serta wilayah dengan penduduk Muslim minoritas. Buku ini juga membahas cara lembaga pendidikan Muhammadiyah mengelola kemajemukan agama tanpa menghilangkan identitas keagamaan masing-masing pihak.
Selain itu, buku Pluralisme Positif: Gagasan dan Pengalaman Muhammadiyah dalam Pendidikan ditulis Abdul Mu’ti bersama Azaki Khoirudin. Buku tersebut mengangkat gagasan dan pengalaman Muhammadiyah dalam membangun kehidupan keberagaman yang inklusif melalui jalur pendidikan.
Kedua buku tersebut menghadirkan tema yang menjadi perhatian dalam kajian Islam kontemporer di tingkat internasional. Tema itu khususnya mengenai bagaimana lembaga keagamaan mengelola keberagaman dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Dalam proses penyerahannya, kedua karya tersebut diserahkan langsung oleh Ince Dian Aprilyani Azir bersama Sekretaris PCIM Britania Raya dan Irlandia Susana Widyaningsih. Pihak PCIM diterima langsung oleh Direktur OCIS Farhan Nizami, lalu buku diserahkan kepada Kepala Perpustakaan OCIS Wassilena Sekulova.
OCIS berdiri sejak 1985 sebagai lembaga independen yang mengkaji Islam dan dunia Muslim. Lembaga itu berafiliasi dengan Universitas Oxford dan berpatron Raja Charles III. Pada 2012, OCIS memperoleh Royal Charter dari Ratu Elizabeth II dan tercatat sebagai institusi Muslim pertama di Inggris yang memperoleh pengakuan tersebut. Sebagai perpustakaan rujukan, OCIS menerapkan proses seleksi terhadap setiap buku sebelum ditetapkan menjadi bagian koleksinya.
