ISLAM LIVE – Dompet Dhuafa memperkuat komitmennya dalam mendukung pendidikan anak yatim melalui pembukaan empat program beasiswa yang mencakup jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Program ini tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga pendampingan untuk mengembangkan potensi penerima manfaat.
Ketua Bestian Sama Yatim (Besteam) Dompet Dhuafa, Widodo, mengatakan beasiswa yang dibuka meliputi beasiswa pendidikan, beasiswa bakat, beasiswa dukungan kesehatan, dan beasiswa kewirausahaan. Pendaftaran telah dibuka sejak 1 Juni 2026 melalui laman yatim.dompetdhuafa.org dan akan berakhir pada 31 Juli 2026.
“Di situ sebenarnya kami memberikan empat beasiswa untuk anak yatim. Satu adalah beasiswa pendidikan, kemudian yang kedua adalah beasiswa bakat, yang ketiga adalah beasiswa dukungan kesehatan, kemudian yang keempat adalah beasiswa kewirausahaan,” kata Widodo saat ditemui di sela Indonesia Dream Festival di Pasaraya Blok M, Jakarta, Ahad (26/7/2026).
Menurut Widodo, minat masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Hingga menjelang penutupan pendaftaran, sekitar 100 anak yatim dari berbagai daerah telah mengajukan diri sebagai calon penerima beasiswa. Selanjutnya, seluruh peserta akan menjalani proses verifikasi untuk memastikan kesesuaian dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Dompet Dhuafa juga belum menetapkan kuota penerima beasiswa. Penentuan jumlah penerima akan mempertimbangkan hasil seleksi sekaligus dukungan donasi dari masyarakat.
“Adapun berkenaan dengan kuota sebenarnya kami belum melihat kuota terlebih dahulu, tapi kami ingin memastikan bahwa yang masuk itu benar-benar memang sesuai kualifikasi kami. Kalau masyarakat banyak yang berkontribusi, bekerja sama, banyak yang berdonasi, kami akan semakin lebih banyak,” ujarnya.
Widodo menjelaskan, pada jenjang SMA, Dompet Dhuafa memiliki Youth Excelensia Scholarship yang diperuntukkan bagi siswa kelas XII. Program ini memberikan beasiswa sekaligus pendampingan selama satu tahun untuk mempersiapkan peserta melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Selain itu, Dompet Dhuafa juga tengah menyiapkan Beasiswa Nala Bangsa bagi mahasiswa yatim. Program tersebut akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan sejumlah program beasiswa yang telah berjalan, seperti Beasiswa Etos dan program beasiswa hasil kerja sama dengan Kementerian Agama.
“Kurang lebih fasilitasnya akan sama, tetapi ini memang kami khususkan untuk anak yatim,” pungkas Widodo.
Program beasiswa ini menjadi salah satu upaya Dompet Dhuafa dalam memperluas akses pendidikan bagi anak yatim sekaligus membekali mereka dengan pendampingan dan pengembangan kapasitas agar mampu melanjutkan pendidikan serta meningkatkan kualitas hidup di masa depan.
