ISLAM LIVE – Perum Bulog mengingatkan masyarakat agar tidak menilai kualitas beras hanya dari tampilan fisiknya. Warna yang putih, tampilan mengilap, maupun merek tidak otomatis menunjukkan beras tersebut termasuk kategori premium.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan mutu beras harus mengacu pada standar yang telah ditetapkan pemerintah, bukan sekadar penampilan.
“Melalui edukasi ini, kami ingin membantu masyarakat menjadi konsumen yang semakin cermat sekaligus memperoleh kepastian bahwa mutu beras yang dibeli sesuai dengan kelas dan harganya,” kata Rizal di Jakarta, Jumat.
Menurut Rizal, penentuan kelas beras didasarkan pada sejumlah parameter mutu, seperti derajat sosoh, kadar air, butir menir, butir patah, butir beras lain, dan butir gabah sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023.
Ia menjelaskan perbedaan utama beras premium dan medium terletak pada komposisi butirnya, bukan semata-mata warna atau tampilannya.
“Perbedaan premium dan medium terutama terlihat dari komposisi butirnya. Karena itu, konsumen perlu memperhatikan kondisi beras secara menyeluruh, membaca informasi pada kemasan, memastikan label produk jelas, serta membeli dari pedagang atau saluran distribusi yang dapat dipercaya,” ujarnya.
Bulog juga mengingatkan masyarakat untuk membeli beras dari saluran distribusi yang tepercaya agar mutu produk sesuai dengan label dan harga yang dibayarkan.
Menurut Rizal, edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya melindungi konsumen sekaligus mendorong perdagangan beras yang lebih transparan. Bulog akan terus bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan serta literasi mengenai standar mutu beras.
