ISLAM LIVE – Puluhan anak di Kabupaten Buleleng, terutama di wilayah timur, belum melanjutkan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027 akibat terkendala akses menuju sekolah, mendorong Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng membuka Posko Drop Out (DO) hingga 31 Agustus 2026.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan pendataan intensif masih berlangsung terhadap anak-anak yang terindikasi rawan putus sekolah, dengan mayoritas merupakan lulusan SD yang seharusnya melanjutkan ke jenjang SMP.
“Kami ingin memastikan anak-anak yang tamat sekolah sudah diterima di satuan pendidikan terdekat. Kami masih punya waktu sampai 31 Agustus untuk memastikan seluruhnya masuk dalam Dapodik,” kata Ida Bagus Gde Surya Bharata, Kepala Disdikpora Buleleng, di Singaraja, Jumat (7/8/2026).
Hasil pendataan sementara menunjukkan jumlah anak yang belum melanjutkan sekolah mencapai puluhan orang. Disdikpora bersama sekolah terus menyisir anak-anak yang terindikasi rawan putus sekolah pada awal tahun ajaran baru.
Sekolah tetap diminta menerima dan mendaftarkan siswa tersebut agar statusnya tercatat sebagai peserta didik. Setelah itu, pemerintah akan menyiapkan berbagai bentuk dukungan agar mereka tetap dapat mengikuti proses belajar.
Bantuan yang disiapkan meliputi seragam sekolah, layanan pembelajaran daring, hingga penyediaan angkutan sekolah bagi daerah yang mengalami keterbatasan akses sebagai solusi utama mengatasi kendala geografis.
“Yang paling banyak kami temukan memang karena terkendala akses. Program angkutan sekolah menjadi salah satu solusi yang sedang kami siapkan,” ujarnya.
Disdikpora juga membuka alternatif melalui pendidikan nonformal bagi anak-anak yang tidak dapat melanjutkan sekolah formal, dengan mengarahkan mereka mengikuti Program Kesetaraan Paket A, Paket B, maupun Paket C melalui PKBM.
