ISLAM LIVE – Dugaan keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, ternyata tidak hanya menimpa para santri. Sebanyak 10 guru pengajar yang turut mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan mengalami keluhan kesehatan serupa, berupa mual dan pusing, setelah menyantap hidangan yang sama .
“Ada laporan 10 guru yang ikut mengonsumsi dan ikut mual-mual. Ada yang tidak sampai ke rumah sakit karena begitu pusing masih kuat untuk penanganan sendiri,” kata Gus Bahron Nafi’, Juru Bicara Ponpes Manbaul Hikam, di Sidoarjo, Kamis (3/9/2026) .
Pihak pesantren mencatat, dari sekitar 2.800 santri, lebih dari 1.000 orang mengonsumsi MBG yang dibagikan . Dari jumlah tersebut, sekitar 450 santri mengalami gejala mual dan pusing, sementara sebagian lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit .
Fakta bahwa guru dan staf pengajar ikut terdampak memperluas cakupan warga pesantren yang merasakan gangguan kesehatan dalam peristiwa tersebut. Para guru yang mengonsumsi menu yang sama kemudian mengalami keluhan yang serupa dengan yang dialami para santri .
Program MBG sendiri baru berjalan sekitar dua bulan di lingkungan pondok pesantren. Dalam pelaksanaannya, pesantren menerima sekitar 1.300 porsi makanan untuk disalurkan kepada para penerima manfaat . Jumlah porsi yang besar membuat aspek keamanan pangan menjadi titik krusial dalam penyelenggaraan program .
Penyebab pasti munculnya gangguan kesehatan pada para santri dan guru hingga kini belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan gejala yang dialami. Tim medis dan pihak berwenang masih melakukan penanganan serta pemeriksaan untuk mengungkap sumber persoalan .
Pihak pesantren menyatakan tetap mendukung program MBG, tetapi meminta adanya jaminan mutu dan keamanan pangan yang lebih ketat pada setiap tahapan pelaksanaan. “Program pemerintah tetap kami dukung. Tetapi mutu dan keamanan makanan harus benar-benar dijamin,” ujar Bahron
