DPR Dorong Penegakan Hukum Karhutla Diperketat, Waspadai 2027

1 views
Anggota Komisi IV DPR RI Riyono dalam diskusi tentang penegakan hukum karhutla di Gedung Nusantara Senayan
Anggota Komisi IV DPR RI Riyono dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (02/09/2026).

ISLAM LIVE – Anggota Komisi IV DPR RI Riyono mendorong penguatan penegakan hukum terhadap korporasi yang melakukan pemanfaatan kawasan hutan secara ilegal. Ia menyebut sekitar 30 entitas korporasi sedang diproses karena terindikasi melanggar.

 

“Yang pertama, kalau kategori perusahaan kawasan hutannya ini adalah kategori ringan atau kategori sedang, maka ada ketentuan yang namanya tindak administrasi,” ujar Riyono di Jakarta, 02-09-2026 dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (02/09/2026).

 

Ia menyebut PNBP dari denda administratif sektor kehutanan pada 2025 mencapai hampir Rp1,5 triliun. Namun, penegakan hukum tidak boleh hanya berorientasi pada penerimaan negara.

 

“Dan kita minta bukan hanya PNBP, karena sanksi selama ini mereka enggak ada sanksi administrasi yang kemudian harus mengeluarkan biaya untuk rehabilitasi kawasan hutan yang sudah rusak, sekarang ada,” tegasnya.

Baca Juga:  Wali Kota Bordeaux: Kobaran Api Tinggal Berjarak 15 Kilometer dari Kota

 

Riyono juga mendorong pelibatan masyarakat, penyelesaian One Map Policy, pemetaan kawasan rawan, dan peningkatan pengawasan.

 

“Ini 2026 dan nanti puncaknya ini belum puncak teman-teman, ini puncaknya 2027.” Tuturnya

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA