ISLAM LIVE – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra masih menimbulkan dampak bagi masyarakat. Menghadapi situasi itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat memanjatkan doa sekaligus mendorong penanganan nyata agar dampak bencana dapat ditekan.
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengajak masyarakat membaca Surah Al-Fatihah sebagai ikhtiar spiritual memohon pertolongan Allah SWT agar berbagai bencana yang terjadi segera diatasi.
“Kita mohonkan dengan Suratul Fatihah ini agar situasi musibah-musibah yang terjadi, termasuk kebakaran hutan yang sampai sekarang belum bisa ditangani dengan baik,” ucap Kiai Miftach, Rabu (21/10/2026).
Kiai Miftach mengingatkan, asap karhutla berpotensi menyebar ke wilayah lain sehingga masyarakat yang tidak berada langsung di lokasi kebakaran turut terpapar. “Yang mengakibatkan para penduduk setempat atau bahkan yang lain ini terkena asap, mungkin teracun, mungkin apa, begitu yang jadi musibah,” ujarnya.
Selain karhutla, ia menyinggung bencana erupsi gunung yang menyemburkan abu. Menurutnya, berbagai kejadian itu menjadi cobaan yang membutuhkan penanganan baik agar dampaknya diminimalkan. “Atau meletusnya gunung, anak gunung, yang juga menyemburkan abu dan semua,” tuturnya.
Kiai Miftach berharap doa yang dipanjatkan masyarakat menjadi ikhtiar memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT, seraya berharap upaya penanganan nyata terus berjalan. “Semoga oleh Allah segera diselesaikan, segera bisa upaya-upaya ikhtiar ini segera ditangani dengan baik,” ucapnya.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 14 Oktober 2026, penanganan karhutla masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah, terutama Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan. Di Kalimantan Tengah, hingga 13 Oktober 2026, kebakaran tercatat melanda lahan mineral seluas 513,89 hektare dan lahan gambut seluas 7,8 hektare.
Penanganan dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari operasi pemadaman darat, pengerahan personel gabungan, pengeboman air atau water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca. Meski intensitas kebakaran di sejumlah wilayah mulai menurun, proses pemadaman dan penanganan masih terus berlangsung.
Di Kalimantan Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga sempat memperpanjang status tanggap darurat karhutla pada 5–18 Oktober 2026. Langkah itu dilakukan karena kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah, sementara kabut asap dilaporkan menyelimuti Kota Pontianak dan daerah sekitarnya.
