ISLAM LIVE – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, kembali menyoroti pentingnya mitigasi dan pencegahan jangka panjang. Pemerintah provinsi mengupayakan bantuan helikopter untuk pemadaman melalui water bombing, sementara petugas di lapangan menggunakan sekat bakar untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan upaya permintaan bantuan helikopter saat meninjau penanganan kebakaran di kawasan Tahura Raden Soerjo, Pasuruan, pada 20 Oktober 2026.
BPBD Jawa Timur mencatat luas kebakaran mencapai 736,8 hektare per 21 Oktober 2026. Sementara itu, hujan mulai turun di kawasan Prigen dan diharapkan membantu proses pemadaman. Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki kepolisian.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak pemerintah memperkuat mitigasi agar penanganan tidak hanya berfokus pada kondisi darurat. Ia menilai kebakaran berulang dan dampak kekeringan harus menjadi peringatan untuk memperbaiki langkah pencegahan.
Selain pemadaman, pemerintah daerah juga menyiapkan penyaluran air bersih bagi warga terdampak serta perbaikan jaringan pipa. Jalur pendakian ditutup sejak 17 Oktober 2026 sebagai langkah darurat.
Penguatan pengawasan, transparansi penyelidikan, dan perencanaan pencegahan berkelanjutan dinilai penting untuk melindungi kawasan konservasi Arjuno-Welirang dari kebakaran berulang.
