ISLAM LIVE – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangkaraya dan sekitarnya memicu kepedulian terhadap keselamatan warga serta harapan agar hujan segera turun untuk membantu meredakan api. Doa pun dipanjatkan agar masyarakat terdampak senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT dan kondisi segera membaik.
Di tengah kekhawatiran atas dampak kebakaran, umat Islam diajak menyelipkan doa dalam setiap shalat, memohon keselamatan bagi saudara-saudara di Kalimantan Tengah sekaligus perlindungan bagi Indonesia dari perpecahan dan berbagai bencana. Salah satu doa yang dapat dipanjatkan adalah permohonan perlindungan bagi Indonesia dari fitnah, konflik, perpecahan, dan bencana. Berikut bacaan doa dalam bahasa Arab:
اللَّهُمَّ احْفَظْ إِنْدُونِيسِيَا مِنَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَمِنَ الزَّلَازِلِ وَالْمِحَنِ
Artinya: “Ya Allah, jagalah Indonesia dari segala fitnah (konflik dan perpecahan), baik yang tampak maupun yang tersembunyi, serta dari bencana gempa bumi dan malapetaka.”
Doa tersebut berisi permohonan agar Indonesia senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT, dijauhkan dari perselisihan, serta terhindar dari berbagai musibah. Doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual ketika masyarakat menghadapi musibah. Kepedulian juga dapat diwujudkan melalui dukungan kepada warga terdampak dan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.
Harapan agar hujan segera turun di Palangkaraya menjadi bagian dari doa masyarakat untuk membantu meredakan karhutla. Namun, penanganan kebakaran tetap membutuhkan upaya pemadaman, pencegahan titik api baru, serta perlindungan bagi warga yang terdampak asap.
Umat Islam dapat menjadikan musibah sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama dan memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat. Semoga saudara-saudara kita di Palangkaraya dan sekitarnya senantiasa dalam lindungan Allah SWT, hujan segera turun, api cepat padam, dan keadaan berangsur membaik.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
