ISLAM LIVE – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membedakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan kabut asap yang masih menyelimuti wilayahnya. Pernyataan itu disampaikan di Palembang setelah mengikuti rapat koordinasi daring bersama Presiden pada 12/10/2026.
“Kita ini bedakan karhutla dengan asap. Asap ini yang banyak. Kalau karhutla tinggal 6,9 hektare, ini data, fakta yang sudah disampaikan tadi, mudah-mudahan tidak bertambah,” ujar Herman Deru, dikutip Selasa (13/10/2026).
Namun, data Dinas Kehutanan Sumatera Selatan mencatat 5.084 kejadian kebakaran dengan luas area terbakar sekitar 272,15 hektare sepanjang 1 Januari hingga 13 Oktober 2026. Sementara itu, pada 15 Oktober, BPBD Sumsel mencatat 1.818 titik panas dalam sehari, termasuk 871 titik di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Deru juga menyoroti kerentanan wilayah gambut OKI yang luasnya lebih dari 600 ribu hektare. Pemerintah kemudian melakukan modifikasi cuaca menggunakan 1,5 ton es kering untuk membantu mengurangi kabut asap di Palembang.
Upaya tersebut dilaporkan meningkatkan jarak pandang dari sekitar 650 meter menjadi 2.800 meter. Namun, perbaikan jarak pandang belum menjawab persoalan utama: bagaimana memastikan sumber kebakaran terus ditangani agar asap tidak kembali muncul?
