Karhutla Picu 283 Ribu Kasus ISPA, Status Bencana Nasional Kapan?

1 views
Anggota DPR RI Rizki Faisal yang mendorong pemerintah mengkaji penetapan karhutla sebagai bencana nasional.
Anggota DPR RI Rizki Faisal mendorong kajian penetapan karhutla sebagai bencana nasional menyusul dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat (Sumber: DPR RI)

ISLAM LIVE – Anggota DPR RI Rizki Faisal mendorong pemerintah mengkaji penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Desakan ini disampaikan menyusul dampak kebakaran terhadap kesehatan, pendidikan, aktivitas ekonomi, dan lingkungan di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 13/10/2026, tercatat 283.270 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di 63 kabupaten/kota yang tersebar di tujuh provinsi terdampak karhutla. Sementara itu, pemantauan Auriga Nusantara memperkirakan luas lahan terbakar sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai lebih dari 637 ribu hektare.

“Pemerintah perlu mempertimbangkan secara serius penetapan karhutla sebagai bencana nasional. Dampaknya sudah sangat luas, bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan dan aktivitas masyarakat,” ujar Rizki melalui rilis kepada Parlementaria, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga:  Eddy Soeparno Dorong Transisi Energi Kurangi Ketergantungan Impor

Rizki menekankan pentingnya koordinasi antarkementerian, pemerintah daerah, dan instansi terkait, serta pengerahan sumber daya sesuai kebutuhan di lapangan.

“Jangan sampai penanganan berjalan sendiri-sendiri ketika dampaknya sudah meluas. Kita membutuhkan koordinasi yang kuat, respons cepat, dan perlindungan maksimal bagi masyarakat terdampak,” tegasnya.

Menurutnya, penetapan status bencana nasional tetap perlu dikaji berdasarkan kriteria dan mekanisme yang berlaku. Penanganan juga harus mencakup perlindungan kesehatan warga, pemulihan lingkungan, serta dampak asap lintas negara.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA