ISLAM LIVE – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mengusulkan pelibatan sekolah dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari budidaya sayuran hingga perikanan. Usulan ini diarahkan untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan siswa sekaligus mendukung kesejahteraan murid dan fasilitas sekolah.
Usulan tersebut disampaikan perwakilan Gubernur Kalimantan Utara, Sanusi, saat peresmian 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, pada 14/10/2026.
“Alangkah bijaknya apabila pihak sekolah juga diberi kesempatan sebagai penyedia bahan baku MBG,” kata Sanusi kepada Direktur Suplai dan Distribusi Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN), Nurjaeni.
Menurut Sanusi, siswa dapat diarahkan mempraktikkan kegiatan produktif, seperti menanam sayuran, membudidayakan buah, dan beternak lele. Mereka diharapkan belajar dari proses penanaman dan perawatan hingga panen serta penjualan hasil produksi.
Namun, usulan tersebut masih memerlukan kejelasan mengenai pelaksanaan dan pengawasannya. Jika sekolah menjadi pemasok bahan pangan sekaligus berperan dalam pengawasan mutu, potensi konflik kepentingan perlu diantisipasi.
Hingga 16/10/2026, belum terdapat tanggapan resmi BGN mengenai usulan tersebut dalam informasi yang tersedia. Pengaturan kegiatan siswa, perlindungan hak anak, dan standar keamanan pangan menjadi aspek penting untuk diperjelas sebelum usulan diterapkan.
