ISLAM LIVE – Komisi Haji Nasional Nigeria (NAHCON) berupaya menjalin kemitraan strategis dan menarik investasi internasional untuk menekan biaya haji serta meningkatkan pengelolaan dana jemaah. Rencana tersebut disampaikan Ketua NAHCON, Duta Besar Ismail Abba Yusuf, dalam Forum Internasional Dana Haji ke-8 tahun 2026 di Jakarta, Indonesia.
Dalam forum yang membahas pengelolaan dana haji berkelanjutan melalui sinergi strategis dan transformasi digital itu, Yusuf menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga haji dan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, pengelolaan dana haji tidak hanya ditujukan untuk membiayai penyelenggaraan ibadah pada tahun berjalan, tetapi juga menjaga manfaat finansial bagi generasi jemaah mendatang.
NAHCON berencana memperluas investasi di sektor perhotelan, logistik, dan infrastruktur lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji. Investasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi biaya akomodasi sekaligus menghasilkan imbal hasil yang berkelanjutan bagi dana jemaah.
Yusuf mengatakan stabilitas pengelolaan dana haji membutuhkan koordinasi antarlembaga serta sistem digital yang kuat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan biaya operasional yang dapat memengaruhi penyelenggaraan ibadah haji.
“Pengelolaan dana haji secara efisien bukan lagi sekadar tentang membiayai ibadah haji berikutnya, melainkan juga melindungi kekayaan dan memastikan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi jemaah mendatang,” ujar Yusuf, sebagaimana dikutip dalam pernyataan NAHCON.
Ia juga menyoroti potensi kemitraan dengan negara lain, termasuk Indonesia, untuk memperkuat transparansi dan efisiensi pengelolaan dana haji. Forum tersebut turut menghadirkan Menteri Haji dan Umrah Indonesia Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, bersama pembuat kebijakan dan pakar keuangan syariah dari berbagai negara.
