ISLAM LIVE – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) pemerintah Yaman, Mashdal Muhammad, mendesak Parlemen Eropa menetapkan kelompok Houthi sebagai organisasi teroris. Desakan itu disampaikan dalam pertemuannya dengan Wakil Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Eropa, Hana Jalloul, di Brussels, Belgia, pada Selasa, 13 Oktober 2026, di tengah kekhawatiran terhadap pelanggaran HAM dan ancaman terhadap keamanan regional serta pelayaran internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Muhammad menekankan pentingnya tekanan Eropa untuk membatasi kemampuan Houthi melanjutkan pelanggaran. Ia juga meminta Eropa mengambil sikap lebih tegas terhadap kelompok tersebut, terutama terkait dampak tindakannya terhadap warga sipil dan keamanan kawasan.
Muhammad turut menyoroti situasi kemanusiaan di Taiz. Ia menyatakan bahwa blokade yang kembali diberlakukan Houthi berdampak terhadap sekitar satu juta warga dan menghambat masuknya pasokan pangan serta obat-obatan. Menurutnya, kondisi tersebut mengancam kehidupan penduduk dan menghalangi pemenuhan kebutuhan dasar mereka.
Jalloul mendukung seruan agar Uni Eropa menetapkan Houthi sebagai organisasi teroris. Ia menegaskan bahwa pelanggaran HAM di Yaman tidak boleh dibiarkan tanpa tanggapan serta menyatakan ketertarikannya untuk memperkuat peran Eropa dalam mendukung rakyat Yaman di tengah krisis kemanusiaan.
Pertemuan tersebut menyoroti upaya pemerintah Yaman mendorong tekanan diplomatik Eropa terhadap Houthi, sekaligus menarik perhatian pada kondisi warga sipil di Taiz. Namun, dukungan Jalloul dalam pertemuan itu tidak berarti bahwa Parlemen Eropa atau Uni Eropa telah mengambil keputusan resmi untuk menetapkan Houthi sebagai organisasi teroris.
