ISLAM LIVE – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, berdampak pada sekitar 200 hektare lahan. Pergerakan api sempat mendekati permukiman warga, lahan pertanian, dan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PT PLN.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (14/10/2026), api di Lingkungan Randangan, Kelurahan Puserren, kembali mengancam kawasan permukiman di Kelurahan Tuara setelah kebakaran berlangsung selama beberapa hari.
Tim gabungan berhasil mengendalikan pergerakan api yang mendekati kawasan tersebut. Namun, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik untuk mencegah kebakaran kembali menyala atau meluas. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Karhutla juga terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk Ponorogo, Wonogiri, Klaten, Tomohon, dan Palopo. Di Palopo, Sulawesi Selatan, luas lahan terdampak mencapai 10 hektare, sedangkan kebakaran di Klaten berdampak pada 4,5 hektare lahan.
BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, tidak membakar lahan, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di wilayah terdampak. Laporan titik api dan keadaan darurat dapat disampaikan melalui layanan BNPB di nomor 117 atau BPBD setempat.
