Kritik MBG: Gizi Anak dan Kesejahteraan Guru Tak Seharusnya Dipertentangkan

3 views
program Makan Bergizi Gratis dan persoalan kesejahteraan guru dalam kebijakan pendidikan Indonesia.
Perdebatan MBG menegaskan pentingnya membahas pemenuhan gizi anak dan kesejahteraan guru secara bersamaan. (Sumber:istimewa/instagram)

ISLAM LIVE – Perdebatan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyoroti persoalan mendasar dalam kebijakan pendidikan Indonesia: pemenuhan gizi anak tidak seharusnya dipertentangkan dengan kesejahteraan guru.

Polemik muncul setelah Rocky Gerung, dalam siniar YouTube Bagus Muljadi pada 11/10/2026, disebut menyatakan bahwa otak anak dapat menyusut 30 persen jika tidak mendapatkan MBG. Namun, bahan pemberitaan yang tersedia belum mencantumkan rujukan ilmiah yang dapat memverifikasi angka tersebut.

Dikutip Serambinews.com, Menteri Pendidikan Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri, mengkritik pendekatan tersebut pada 12 Oktober 2026. Ia menulis, “Rocky Gerung menyerang guru demi membela MBG.” Ia juga menyoroti kondisi guru yang tidak menerima gaji selama berbulan-bulan.

Baca Juga:  Siap-Siap! Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Dipangkas, 2027 Semakin Emas atau Cemas?

Di sisi lain, kritik terhadap pelaksanaan MBG turut menyasar tata kelola dan perencanaan. Menurut laporan Kompas TV pada 10 Juni 2026, anggota koalisi MBG Watch, Agus Sarwono, menilai program tersebut bermasalah sejak tahap perencanaan.

Persoalan utama bukan memilih antara gizi anak dan kesejahteraan guru, melainkan memastikan keduanya terpenuhi melalui kebijakan fiskal yang berkelanjutan, pengawasan yang efektif, serta jaminan keamanan pangan.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA