ISLAM LIVE – Perdebatan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyoroti persoalan mendasar dalam kebijakan pendidikan Indonesia: pemenuhan gizi anak tidak seharusnya dipertentangkan dengan kesejahteraan guru.
Polemik muncul setelah Rocky Gerung, dalam siniar YouTube Bagus Muljadi pada 11/10/2026, disebut menyatakan bahwa otak anak dapat menyusut 30 persen jika tidak mendapatkan MBG. Namun, bahan pemberitaan yang tersedia belum mencantumkan rujukan ilmiah yang dapat memverifikasi angka tersebut.
Dikutip Serambinews.com, Menteri Pendidikan Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri, mengkritik pendekatan tersebut pada 12 Oktober 2026. Ia menulis, “Rocky Gerung menyerang guru demi membela MBG.” Ia juga menyoroti kondisi guru yang tidak menerima gaji selama berbulan-bulan.
Di sisi lain, kritik terhadap pelaksanaan MBG turut menyasar tata kelola dan perencanaan. Menurut laporan Kompas TV pada 10 Juni 2026, anggota koalisi MBG Watch, Agus Sarwono, menilai program tersebut bermasalah sejak tahap perencanaan.
Persoalan utama bukan memilih antara gizi anak dan kesejahteraan guru, melainkan memastikan keduanya terpenuhi melalui kebijakan fiskal yang berkelanjutan, pengawasan yang efektif, serta jaminan keamanan pangan.
