ISLAM LIVE – Krisis kemanusiaan Yaman memburuk seiring meningkatnya konflik yang memaksa lebih dari 217.000 orang meninggalkan rumah sejak awal Agustus 2026. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat jumlah pengungsi baru mencapai 217.303 orang berdasarkan data yang dirilis 12/10/2026.
Krisis kemanusiaan Yaman juga berdampak pada jutaan warga yang membutuhkan bantuan. Menurut data yang disampaikan dalam laporan tersebut, sekitar 22,3 juta orang memerlukan bantuan kemanusiaan dan perlindungan, sementara 18 juta orang menghadapi kerawanan pangan akut.
Badan-badan kemanusiaan telah menyalurkan bantuan makanan, tempat tinggal, layanan kesehatan, dan perlindungan kepada lebih dari 131.000 orang terdampak sejak Agustus. Namun, kebutuhan yang terus meningkat membatasi jangkauan respons bantuan.
Rencana Respons dan Kebutuhan Kemanusiaan Yaman 2026 membutuhkan pendanaan 2,16 miliar dolar AS. Hingga awal Oktober, pendanaan yang terkumpul baru sekitar 12–13 persen, sehingga kesenjangan pembiayaan masih besar.
PBB memperingatkan bahwa akses bantuan, dukungan dana yang memadai, dan perlindungan warga sipil menjadi tantangan utama dalam menangani krisis tersebut.
