ISLAM LIVE – Upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memediasi konflik Yaman menghadapi tantangan setelah utusan khusus Hans Grundberg memperingatkan meluasnya permusuhan dan terbatasnya ruang diplomasi.
Dalam pengarahan terbuka Dewan Keamanan PBB pada 8/10/2026, Grundberg dilaporkan menyatakan bahwa Yaman kembali menghadapi perang berskala luas dalam beberapa pekan terakhir. Ia juga menyoroti pertempuran di sejumlah front, memburuknya kondisi kemanusiaan di Taiz, serta penahanan puluhan personel PBB dan pekerja kemanusiaan.
Tantangan lain muncul dari kerangka diplomasi yang dinilai belum menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi politik dan militer. Analisis Arab Center Washington DC pada Agustus 2026 menilai Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216 bertumpu pada kondisi politik yang sudah berubah, sementara kelompok Houthi telah mengakar di Sanaa dan wilayah utara Yaman.
Di sisi lain, jalur diplomasi regional, termasuk peran Oman, semakin penting dalam pembahasan pengaturan keamanan. China juga menyerukan agar konflik internal Yaman, keamanan pelayaran, dan hubungan regional ditangani secara terpadu.
Meski demikian, kutipan pengarahan Grundberg dan sejumlah rincian dalam bahan sumber masih memerlukan verifikasi melalui dokumen resmi PBB sebelum dipastikan secara independen.
