ISLAM LIVE – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bersejarah bagi dunia pesantren karena untuk pertama kalinya digelar bersamaan dengan terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama.
Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan kehadiran Ditjen Pesantren menandai penguatan kelembagaan pemerintah dalam menangani berbagai kebutuhan dan pengembangan pesantren secara lebih khusus. “Malam puncak Hari Santri dilaksanakan, insyaallah, tanggal 30 Oktober di Lapangan Banteng, Jakarta,” kata Basnang Said, Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, saat dikonfirmasi Inilah.com di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Basnang merupakan Direktur Jenderal Pesantren pertama yang dilantik. Pembentukan direktorat jenderal ini sekaligus memisahkan urusan pesantren dari Ditjen Pendidikan Islam.
Malam puncak HSN 2026 direncanakan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 30 Oktober 2026. Kegiatan itu diperkirakan melibatkan 5.000 santri dari Jabodetabek.
“Ya, kita planning, arahannya Menteri Agama, kita undang Pak Presiden. Itu diperkirakan 5.000 pengasuh dan santri pondok pesantren se-Jabodetabek saja, karena masing-masing di provinsi juga melaksanakan Hari Santri,” ujarnya.
Kemenag juga berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan taklimat kepada para pengasuh dan santri. “Beliau nanti kita minta memberikan taklimat, Bapak Presiden Prabowo, kepada 5.000 pengasuh pesantren dan santri pondok pesantren,” ungkapnya.
Hari Santri 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Puncak peringatan juga akan ditandai upacara serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 07.00 waktu setempat.
Sejumlah agenda pendukung disiapkan, antara lain Surat Santri untuk Presiden, Pesantren Award, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara, serta Expo Kemandirian Pesantren. Rangkaian ini menegaskan bahwa Hari Santri menjadi ruang memperkuat kontribusi santri dan pesantren bagi pembangunan nasional.
