Bagi Dini Aulia, Juara adalah Bentuk Penghargaan atas Proses Belajar

7 views
Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Jember (UNEJ), Dini Aulia Agustina. Foto: Humas UNEJ

ISLAM LIVE – Mengapa memperjuangkan itu penting? Bagi Dini Aulia Agustina, mahasiswa Program Studi S1 ​​Pendidikan IPA Universitas Jember, medali bukan hanya diberikan. Pencapaian itu menjadi bentuk apresiasi terhadap proses belajar yang telah dijalaninya.

“Medali Perunggu bagi saya bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi bentuk penghargaan terhadap usaha yang sudah saya jalani. Ini juga menjadi kebanggaan yang bisa saya persembahkan untuk orang tua yang selalu mendukung dan mendoakan saya,” kata Dini Aulia Agustina, mahasiswa Program Studi S1 ​​Pendidikan IPA Universitas Jember, melalui rilis UNEJ, Jumat (25/9/2026).

Dini meraih Bronze Medal dalam Olimpiade Biologi dan Kimia Mahasiswa Tingkat Nasional pada ajang Isaac Newton Competition 2026. Kompetisi itu diadakan secara berani oleh Lembaga Bina Prestasi Nusantara bekerja sama dengan HMPS Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 24–25 Juli 2026.

Baca Juga:  Korban Disetrika di Punggung dan Tangan, Diduga Berulang Kali

Dini mengatakan ketertarikannya pada ilmu sains, khususnya Biologi dan Kimia, menjadi salah satu alasan dirinya mengikuti kompetisi tersebut. Di antara kedua bidang itu, ia mengaku lebih tertarik pada Biologi karena mempelajari makhluk hidup dan berbagai proses di dalamnya.

“Saya lebih menyukai Biologi karena merasa lebih tertarik ketika mempelajari tentang makhluk hidup dan proses-proses kompleks yang terjadi di dalamnya,” ujarnya.

Persiapan kompetisi dilakukan secara mandiri di tengah aktivitas perkuliahan, tugas akademik, dan kegiatan organisasi. Dini mengaku harus membagi waktu agar tetap dapat belajar secara konsisten.

Saat menghadapi rasa lelah dan jenuh, ia memilih kembali mengingat tujuan awal. Ia juga mempelajari materi secara bertahap, mencari referensi tambahan, serta mengulang bagian yang belum dikuasai.

Baca Juga:  Kemenag Arahkan Orang Tua Awasi Gawai Anak Maksimal Dua Jam di Luar Belajar

“Saya mencoba melawannya dengan mengingat kembali tujuan awal, belajar sedikit demi sedikit, mencari referensi tambahan, dan mengulang materi yang belum dikuasai. Semua proses itu saya iringi dengan doa dan ikhtiar,” katanya.

Menurut Dini, pengalaman mengikuti kompetisi turut mengubah cara pandangnya terhadap prestasi. Baginya, pencapaian tidak hanya diukur dari medali atau penghargaan, tetapi juga dari keberanian mencoba, belajar dari kesalahan, dan menjalani proses secara konsisten.

Ia berharap pengalamannya mendorong pelajar lain berani mengikuti berbagai kesempatan pengembangan diri, meski belum merasa sepenuhnya siap. Mulailah dari hal kecil, belajar secara konsisten, dan jangan lupa untuk selalu berdoa serta berikhtiar kepada Allah. Nikmati setiap proses dan jadikan kesalahan sebagai bahan untuk belajar,” katanya.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA