Bupati Kotim Dorong Santri Perkuat Karakter dan Literasi Digital di Tengah Arus Teknologi

7 views
LiterasiDigital, PendidikanIslam. ( Foto : Istimewa )

ISLAM LIVE – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor, menekankan pentingnya pembinaan karakter sekaligus peningkatan literasi digital bagi santri.

Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi harus diimbangi dengan akhlak dan moral agar generasi muda tidak mudah terpengaruh dampak negatif dunia digital.

Pesan itu disampaikan usai menghadiri Seminar Ilmiah bertema “Santri di Era Digitalisasi: Tantangan dan Solusi” di Sampit, Sabtu, yang diikuti perwakilan pondok pesantren se-Kotim dengan narasumber Dr. Habib Muhammad Hanif.

Halikinnor menyebut seminar ini sebagai bagian dari berkah Idul Adha untuk memberikan pemahaman langsung kepada santri dalam menyikapi dan mengantisipasi dampak digitalisasi yang tak terhindarkan.

Ia mengakui teknologi informasi memberi manfaat besar, tetapi arus informasi yang deras juga menghadirkan hoaks, konten negatif, dan ancaman terhadap perilaku generasi muda bila tidak disertai kemampuan menyaring informasi dengan baik.

Baca Juga:  Museum Islam Indonesia Jadi Ruang Belajar Sejarah Islam Nusantara

Halikinnor juga menyoroti tingginya ketergantungan anak terhadap gawai yang tanpa pengawasan dapat mengganggu pembentukan karakter, sehingga orang tua, pendidik, dan lingkungan harus aktif mendampingi mereka.

Seminar ini diharapkan membekali santri dengan etika bermedia sosial, kemampuan memilah informasi yang benar, serta pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, karena perkembangan globalisasi tidak mungkin ditolak.

Ia menegaskan pembinaan karakter bukan hanya tugas pemerintah atau sekolah, melainkan sinergi seluruh elemen masyarakat, agar generasi muda tidak hanya cerdas teknologi tetapi juga kuat moral dan akhlaknya.

Pemerintah Kotim berkomitmen mendukung penguatan pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan berbasis pesantren, dan Halikinnor berharap Kotim semakin maju dalam pendidikan keagamaan serta melahirkan generasi yang menjadi cahaya di tengah perubahan zaman.

Baca Juga:  Mahasiswi dari Jerman hingga Suriah Kuliah di Kampus Muslimah Bogor

Sementara itu, Dr. Habib Muhammad Hanif menyoroti perubahan pola belajar peserta didik yang kini banyak mengakses referensi agama dari internet, sehingga guru PAI menghadapi tantangan baru. Ia menekankan pentingnya literasi digital agar peserta didik mampu memverifikasi informasi dan bijak menggunakan teknologi, bukan justru dikendalikan oleh gawai.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA