ISLAM LIVE – Pemerintah menyiapkan rangkaian program perlindungan masyarakat dan stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli serta menopang pertumbuhan menuju 2027. Kebijakan tersebut mencakup bantuan sosial, ketenagakerjaan, manufaktur, dan perumahan.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah ingin memastikan pemulihan ekonomi berlangsung inklusif sekaligus memperkuat produktivitas sektor riil.
“Pemerintah berkomitmen memastikan pemulihan ekonomi berjalan inklusif dengan memperkuat proteksi sosial sekaligus mendorong produktivitas sektor riil. Berbagai program lanjutan untuk kuartal IV-2026 dan tahun 2027 dirancang terukur untuk menjaga daya beli, memperkuat daya saing pekerja, serta menopang keberlanjutan dunia usaha,” ujar Haryo di Jakarta, (4/10/2026).
Pada kuartal IV-2026, pemerintah menyalurkan bantuan beras 10 kg per bulan kepada 33.244.408 KPM desil 1–4 dan BSU Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan bagi 13,3 juta pekerja.
Untuk 2027, pemerintah menyiapkan program magang bagi 150 ribu peserta dan pelatihan vokasi bagi 300 ribu orang. Pemerintah juga memperpanjang sejumlah insentif perumahan dan menyiapkan anggaran sementara sekitar Rp31 triliun.
