Ini Tiga Indikator Ekonomi Indonesia Menguat Kata Airlangga

2 views
Data indikator ekonomi Indonesia menunjukkan inflasi, surplus perdagangan, dan ekspansi manufaktur
Tiga indikator ekonomi menunjukkan penguatan perekonomian Indonesia memasuki Triwulan IV-2026. (Sumber: ekon.go.id)

ISLAM LIVE – Memasuki Triwulan IV-2026, ekonomi Indonesia menunjukkan penguatan melalui stabilitas harga, surplus perdagangan, dan ekspansi manufaktur. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut perkembangan itu tercermin dari data September dan Agustus 2026.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan inflasi September tercatat 3,28 persen secara tahunan, sementara inflasi inti 2,84 persen. Namun, inflasi volatile food masih mencapai 5,03 persen akibat dinamika permintaan, cuaca ekstrem, El Nino, dan bencana alam.

Dari sektor eksternal, neraca perdagangan mencatat surplus kumulatif USD7,25 miliar sepanjang Januari–Agustus 2026. Ekspor industri pengolahan tumbuh 6,62 persen, antara lain ditopang besi dan baja, CPO beserta turunannya, serta batu bara.

Baca Juga:  Purbaya Pastikan Pemerintah Tak Naikkan Tarif Pajak

Aktivitas manufaktur juga kembali berekspansi. PMI September meningkat menjadi 52,4 dari 49,8 pada Agustus, didukung kenaikan pesanan baru, produksi, dan pesanan ekspor.

Haryo mengatakan ekonomi Indonesia ke depan diarahkan tetap menjaga daya beli, mendorong investasi dan produksi, serta meningkatkan daya saing industri nasional.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA