ISLAM LIVE – Hari Santri 2026 akan diisi dengan sejumlah kegiatan, mulai dari Surat Santri untuk Presiden, Pesantren Award, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara, hingga Malam Bakti Santri untuk Negeri. Rangkaian peringatannya berlangsung mulai 22 September hingga 24 Oktober 2026 dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Dikutip dari akun Instagram @kemenag_ri, Hari Santri 2026 akan diisi dengan beragam agenda yang menyoroti kontribusi santri sekaligus mendorong penguatan kemandirian pesantren. Peringatan ini menjadi harapan baru bagi pesantren di seluruh Indonesia.
Kegiatan pertama, Surat Santri untuk Presiden, berlangsung 22 September hingga 8 Oktober 2026. Sayembara ini menjadi ruang bagi santri menyampaikan mimpi, harapan, gagasan, dan pesan tentang masa depan bangsa kepada Presiden Prabowo Subianto.
Kegiatan kedua, Pesantren Award, berlangsung 22 September hingga 24 Oktober 2026. Penghargaan ini diberikan kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi memperkuat pesantren, salah satunya kepala daerah.
Kegiatan ketiga, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara, digelar 30 September hingga 6 Oktober 2026 di Kabupaten Malang. Kegiatan ini melibatkan santri dari berbagai daerah dan menghadirkan pendekatan baru dalam aktivitas kepramukaan di lingkungan pesantren.
Kegiatan keempat, Santri Vision, berlangsung 2–20 Oktober 2026. Program dan kompetisi nasional ini mendorong santri mengeksplorasi nalar kritis, kreativitas, dan inovasi. Temanya “Santri Membaca Zaman: Kebudayaan, Inovasi, dan Narasi Masa Depan Pesantren”, mencakup kompetisi penulisan, media audiovisual, serta inovasi teknologi pesantren.
Kegiatan kelima, Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren, berlangsung 8–9 Oktober 2026. Forum ini membahas arah pengembangan pesantren ke depan, dengan fokus penyusunan strategi agar pesantren tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing lebih kuat.
Kegiatan keenam, Mu’tamad Santri, digelar 14–15 Oktober 2026. Forum akademik ini bertujuan memperkuat mutu pendidikan pesantren, memperluas jejaring kerja sama internasional, dan mendorong pesantren berdaya saing global.
Kegiatan ketujuh, Festival Sarung dan Peci Santri, berlangsung 16 Oktober 2026. Festival ini mengangkat sarung dan peci sebagai bagian dari identitas pesantren sekaligus budaya Indonesia. Kegiatan kedelapan, Expo Kemandirian Pesantren, digelar 16–24 Oktober 2026 untuk memperlihatkan potensi dan capaian pesantren.
