ISLAM LIVE – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyoroti masih banyaknya laporan jemaah yang gagal berangkat serta dugaan penipuan oleh oknum penyelenggara ibadah umrah dan haji khusus.
Dahnil mengatakan laporan tersebut masih terus diterima melalui hotline pengaduan Kementerian Haji dan Umrah. Ia menyebut persoalan itu menjadi perhatian dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
“Terbukti laporan jemaah gagal berangkat masih banyak. Hotline pengaduan kami juga tidak pernah berhenti ada laporan penipuan oleh oknum-oknum penyelenggara ibadah umrah maupun haji khusus,” kata Dahnil.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus Tahun 1447 H/2026 M di Hotel Four Points Ungasan, Badung, Bali, Kamis (24/9/2026). Kegiatan itu dihadiri sekitar 300 perwakilan PPIU, PIHK, asosiasi, dan perbankan.
Menurut Dahnil, masih adanya laporan tersebut menunjukkan perlunya pembenahan dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Ia menyoroti pihak yang menjadikan jemaah sebagai komoditas dalam menjalankan usaha perjalanan ibadah.
Dahnil menyebut persoalan tersebut sebagai kartel atau mafia haji dan umrah yang menurutnya harus dibongkar. Istilah itu ia gunakan dalam konteks sorotannya terhadap laporan jemaah gagal berangkat dan dugaan penipuan oleh oknum penyelenggara.
Ia menegaskan penyelenggaraan haji dan umrah seharusnya berorientasi pada pelayanan kepada jemaah, bukan semata-mata keuntungan usaha. Menurutnya, industri haji dan umrah perlu membangun ekosistem yang sehat dan mencerminkan nilai-nilai agama.
Dahnil menyampaikan hal tersebut dalam rangka evaluasi penyelenggaraan haji khusus sekaligus persiapan penyelenggaraan ibadah haji khusus tahun 1448 H/2027 M.
