ISLAM LIVE – Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur menegaskan bahwa kecerdasan buatan yang disiapkan ditempatkan sebagai pendukung akses pengetahuan, bukan pengganti otoritas ulama. Penegasan itu muncul dalam pengembangan purwarupa AI Mu’awin, chatbot berbasis pengetahuan Islam Wasathiyah yang terkurasi.
“Target akhirnya bukan sekadar MUI yang memakai AI. Kami ingin membangun ekosistem digital yang pengetahuannya terverifikasi, teknologinya dapat dipertanggungjawabkan, dan manfaatnya kembali kepada umat. Inilah yang kami maksud sebagai ikhtiar menuju kelangsungan hidup umat digital,” kata Khoirul Anwar, Ketua Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digitalisasi MUI Jawa Timur, di laman MUI Jatim, Senin (21/9/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut audiensi MUI Jawa Timur dengan AI Center Universitas Brawijaya pada 18 September 2026. Kedua pihak tidak hanya mengadopsi AI, tetapi membangun kapasitas pengetahuan dan infrastruktur kelembagaan digital.
Dalam pengembangan AI Mu’awin, sumber pengetahuan yang terkendali akan digunakan untuk menekan risiko halusinasi AI dan distorsi pemahaman agama. Oleh karena itu, otoritas keagamaan tetap berada pada ulama, sementara AI berperan membantu akses pengetahuan.
“AI sudah merambah hampir ke seluruh ruang kehidupan. Oleh karena itu, umat tidak boleh hanya menjadi konsumen. MUI bersama perguruan tinggi perlu mulai membangun wawasan pengetahuan dan teknologi agar AI memberikan maslahat bagi umat,” ujarnya.
Selain AI Mu’awin, MUI Jawa Timur menyiapkan sistem perlindungan dan literasi informasi. Teknologi analitik sentimen UB akan dijajaki bersama jejaring relawan digital MUI untuk membaca tren hoaks, judi online, serta anomali informasi dan kultural.
“Yang ingin dibangun bukan sistem untuk mengawasi orang. Orientasinya membaca dinamika ruang digital secara agregat sebagai sistem peringatan dini. Dari sana MUI dapat mengetahui persoalan yang berkembang dan menyiapkan edukasi serta respon yang lebih tepat,” katanya.
Klaster ketiga menyasar infrastruktur inti digital melalui pangkalan data keumatan thumbnail dan aman serta sistem perkantoran elektronik Smart MUI Jawa Timur. Arsip dan pengetahuan kelembagaan yang ditata secara bertahap menjadi pangkalan pengetahuan yang mendukung AI Mu’awin dan layanan digital MUI lainnya.
MUI Jawa Timur dan AI Center UB menggelar melakukan penyelarasan teknis pada minggu keempat September 2026. Langkah awal lainnya adalah peluncuran rubrik khusus kecerdasan buatan di Majalah MUI Jawa Timur untuk memperkuat literasi mengenai peluang dan risiko AI. Kolaborasi ini menjadi bagian dari Program Prioritas Komdigi MUI Jawa Timur Masa Khidmat 2025–2030.
