ISLAM LIVE – Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) membuktikan bahwa program pendidikan berbasis zakat dapat diarahkan dari pola pemberian manfaat menuju pengembangan kapasitas dan kemandirian generasi muda. Hal ini terlihat dari capaian SCB yang kembali meraih penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional dari Nyalanesia selama lima tahun berturut-turut .
“Pencapaian ini menunjukkan bagaimana pengelolaan zakat yang tepat sasaran dapat mendukung lahirnya generasi penerima manfaat yang unggul, berdaya saing, dan kaya karya melalui penguatan literasi,” ujar Idy Muzayyad, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (16/9/2026) .
Penghargaan ini diraih melalui keaktifan warga sekolah dalam Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB). Selama mengikuti program tersebut, santri dan guru SCB menghasilkan berbagai karya, mulai dari antologi puisi, cerita pendek, buku pengalaman, hingga karya ilmiah .
Bagi BAZNAS, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa program pemberdayaan zakat dapat diarahkan pada penguatan kemampuan penerima manfaat secara berkelanjutan. Literasi tidak ditempatkan sebatas kegiatan tambahan, melainkan menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik .
“Santri tidak hanya dibiasakan untuk pandai membaca, tetapi juga dilatih menjadi pencipta karya. Ini adalah bagian dari upaya membangun budaya belajar yang produktif,” ujar Idy .
Sebagai salah satu program pendidikan BAZNAS, SCB hingga 2025 telah membina 363 siswa di berbagai wilayah Indonesia. Program ini diarahkan untuk membentuk generasi yang unggul, produktif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 .
Capaian lima tahun berturut-turut ini memperlihatkan bagaimana pendidikan berbasis zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong lahirnya generasi penulis dan pencipta karya, bukan sekadar konsumen informasi .
