ISLAM LIVE – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperluas program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026 dengan menyasar 214 sekolah dan lembaga pendidikan. Angka itu naik drastis dari tahun sebelumnya yang hanya mencakup 60 satuan pendidikan, sehingga pengelolaan dana dan pengawasan pelaksanaan menjadi perhatian serius.
“Perhatian kita jangan berhenti pada bangunan. Yang ingin kita hasilkan adalah generasi yang cerdas sekaligus memiliki akhlak dan moral,” kata H. Haerul Warisin, Bupati Lombok Timur, di Pendopo Bupati Lombok Timur, Senin (21/9/2026).
Pernyataan itu disampaikan dalam Silaturahmi dan Koordinasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kabupaten Lombok Timur Tahun Anggaran 2026. Forum tersebut melibatkan pimpinan OPD, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah jenjang PAUD hingga SMP, kepala UPTD se-Kecamatan Selong, serta perwakilan Dewan Pendidikan Lombok Timur.
Bupati menegaskan bahwa meningkatnya jumlah sekolah penerima harus dibarengi kesiapan para pengelola. Ia meminta setiap satuan pendidikan menyusun perencanaan secara cermat dan memastikan seluruh proses dapat ditelusuri melalui dokumen serta bukti transaksi yang lengkap.
“Yang paling penting adalah keterbukaan, tanggung jawab dan kehati-hatian. Jangan mengambil keputusan atau menandatangani dokumen sebelum benar-benar memahami isinya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengawasan tidak boleh dilakukan hanya setelah pekerjaan selesai. Pemantauan sejak awal diperlukan untuk mencegah kesalahan dan memastikan kegiatan berjalan sesuai perencanaan. Aparatur di tingkat wilayah diminta ikut mengawasi pelaksanaan di lapangan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur M. Nurul Wathoni menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendampingi satuan pendidikan penerima program. Program itu juga mencakup satuan pendidikan swasta, sehingga manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan sekolah negeri.
Dalam pengelolaannya, satuan pendidikan akan diperkuat melalui keterlibatan komite dan konsultan yang ditunjuk. Langkah itu diharapkan membantu sekolah menjalankan aspek teknis maupun administrasi program.
Wathoni menambahkan, pembenahan fasilitas pendidikan di Lombok Timur juga didukung kerja sama di luar skema anggaran pemerintah. Pemkab bekerja sama dengan Happy Hearts Indonesia dan Pemerintah Australia untuk merevitalisasi 12 satuan pendidikan secara bertahap, dan enam di antaranya telah direalisasikan.
