Dirjen Pelayanan Haji Tekankan Tujuh Bekal Jemaah, dari Persiapan hingga Pascahaji

1 views
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Ian Heriyawan, dalam Manasik Akbar Jemaah Haji 1448 H di Makassar, Sabtu (17/10/2026).

ISLAM LIVE – Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Ian Heriyawan, menekankan tujuh aspek persiapan jemaah haji, mulai dari kesiapan niat dan kesehatan hingga menjaga nilai-nilai ibadah setelah kembali ke tanah air. Pesan tersebut disampaikan dalam Manasik Akbar Jemaah Haji 1448 H di Makassar, Sabtu (17/10/2026).

Mengangkat tema “Berbekal Surat Al-Fatihah: Bekal Dunia Akhirat untuk Haji dan Pascahaji”, Ian mengatakan manasik perlu membekali jemaah dengan pemahaman ibadah, kemampuan mengenali kondisi diri, serta kesiapan fisik dan mental menghadapi perjalanan.

“Manasik harus membantu jemaah memahami ibadah, mengenali kemampuan diri, dan siap menghadapi perjalanan. Kami ingin jemaah berangkat dengan niat yang lurus, ilmu yang cukup, serta kesiapan fisik dan mental yang baik,” ujar Ian.

Baca Juga:  Kemenhaj Siapkan Expo Haji dan Umrah 2026, 15 Ribu Peserta Bakal Hadir di Madiun

Tujuh bekal yang disampaikan meliputi kesiapan niat dan keluarga, kesehatan, kehidupan bersama, prioritas ibadah, ilmu dan kemandirian, ketertiban perjalanan, serta konsistensi menjaga amal setelah berhaji.

Dalam aspek kesehatan, Ian mengingatkan jemaah agar terbuka mengenai riwayat penyakit dan keluhan, mengikuti anjuran tenaga kesehatan, serta menjaga kebugaran secara bertahap. Kebutuhan makan, minum, dan istirahat juga perlu diperhatikan agar jemaah dapat menjalankan ibadah sesuai kemampuan fisiknya.

Jemaah juga perlu memahami prioritas ibadah, terutama rukun dan wajib haji, serta menyiapkan tenaga untuk menjalani wukuf di Arafah. Dalam kehidupan bersama, kesabaran dan tenggang rasa diperlukan saat berbagi fasilitas dengan jemaah lain, termasuk dengan memberikan perhatian kepada lansia dan penyandang disabilitas.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Perluas Bantuan Operasional Pendidikan untuk Pondok Pesantren

Dari sisi teknis, jemaah didorong memahami urutan ibadah sejak ihram hingga tahalul, mempraktikkan tata cara bersuci, tawaf, dan sai, serta aktif bertanya kepada pembimbing. Kesiapan ini perlu disertai kedisiplinan mengikuti jadwal, mengenali lokasi hotel dan titik pertemuan, memahami rute transportasi, serta menyimpan identitas dan nomor kontak penting.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA