Briefing Pagi, Kemenhaj Bali Perkuat Kompetensi dan Pemahaman Haji Pegawai

2 views
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Bali mengajak seluruh punggawa haji Bali untuk dapat memahami tugas dan fungsi (Tusi) secara utuh dan lengkap

ISLAM LIVE – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Bali mendorong seluruh punggawa haji memahami tugas dan fungsi (tusi) secara utuh, termasuk memiliki wawasan mengenai rangkaian ibadah haji dan umrah. Penguatan pemahaman tersebut salah satunya dilakukan melalui kajian keagamaan dan regulasi terkait penyelenggaraan haji dan umrah.

Ajakan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kanwil Kemenhaj Bali, H. Muhammad Nasihuddin, saat briefing pagi di halaman kantor, Senin (14/9/2026). Menurutnya, penguatan pemahaman tersebut selaras dengan amanah Kemenhaj Pusat terkait standardisasi kegiatan manajemen, penguatan integritas, pengendalian intern, serta budaya organisasi.

“Ada empat target terkait standardisasi kegiatan manajemen, penguatan integritas, pengendalian intern dan budaya organisasi, yaitu penguatan kerohanian, penguatan kejiwaan, penguatan kompetensi dan penguatan ideologi. Khusus penguatan kerohanian, kami berharap kajian keagamaan menjadi prioritas dalam pelaksanaannya,” ujar Nasihuddin.

Baca Juga:  Kemenhaj Ubah Pendekatan Haji Inklusif, Tak Lagi Sekadar Penyediaan Fasilitas

Ia menjelaskan, kajian keagamaan yang akan dilaksanakan diarahkan pada pemahaman mengenai perjalanan ibadah haji dan umrah. Menurutnya, pemahaman tersebut penting karena tugas Kemenhaj berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji dan upaya mewujudkan kesuksesan ritual bagi jemaah.

Nasihuddin menekankan bahwa pemahaman mengenai rangkaian haji dan umrah tidak hanya diperlukan oleh pegawai yang secara langsung menangani urusan haji. Seluruh pegawai, termasuk tenaga alih daya (outsourcing), diharapkan memiliki wawasan dasar mengenai perjalanan ibadah tersebut karena masyarakat memandang seluruh pegawai Kemenhaj sebagai bagian dari penyelenggara layanan haji dan umrah.

Karena itu, Nasihuddin mendorong kajian keagamaan dilaksanakan secara rutin sebagai sarana menambah wawasan pegawai. Ia mengusulkan kegiatan tersebut digelar setidaknya dua pekan sekali sehingga penguatan kompetensi dan pemahaman keagamaan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  DPR: Larangan Umrah Ilegal Lindungi Jemaah dari Penipuan hingga Perdagangan Orang

Melalui penguatan kerohanian dan kompetensi tersebut, Kanwil Kemenhaj Bali berharap seluruh pegawai memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tugas dan fungsi serta penyelenggaraan haji dan umrah. Pemahaman tersebut diharapkan turut mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada jemaah secara optimal.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA