ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha hingga dapat masuk ke dalam rantai ekonomi haji dan umrah di tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang melibatkan pelaku usaha di berbagai daerah.
Kepala Subdirektorat Fasilitasi Kemitraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Suviyanto, mengatakan Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk pengembangan ekosistem tersebut karena memiliki basis jemaah haji yang besar. Kota Madiun juga dinilai strategis karena menjadi salah satu sentra perdagangan dan bisnis di wilayah Jawa Timur.
“Jawa Timur memiliki basis jemaah yang sangat besar. Ini menjadi kekuatan yang perlu kita hubungkan dengan pelaku usaha dan UMKM agar aktivitas haji dan umrah juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” jelas Suviyanto dalam Rapat Teknis Persiapan Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Balai Kota Madiun, Selasa (15/9/2026).
Menurut Suviyanto, pengembangan UMKM dalam ekosistem haji dan umrah tidak cukup berhenti pada pasar lokal. Produk-produk yang memiliki kualitas dan daya saing perlu didorong agar mampu berkembang ke pasar nasional hingga memiliki peluang menembus pasar internasional.
Kemenhaj juga mendorong pengembangan model expo serupa di sejumlah wilayah lain. Dalam rencana awal, kegiatan tersebut berpeluang diselenggarakan di Yogyakarta, wilayah Sulawesi, dan Padang sebagai bagian dari upaya memperluas kolaborasi serta pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah di berbagai daerah.
